Buka Kongres Bahasa, Wapres Cerita Beda Arti Kata Bahasa Daerah

Dero Iqbal Mahendra
29/10/2018 17:52
Buka Kongres Bahasa, Wapres Cerita Beda Arti Kata Bahasa Daerah
( EMMANUEL DUNAND / AFP)

BAHASA menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan suatu instrumen yang menyatukan dan menjadikan kedua belah pihak saling memahami maksud dari suatu komunikasi. Tetapi Hal lucu akan terjadi jika menggunakan kata yang sama namun memiliki arti yang jauh berbeda di wilayah daerah.

Ia mencontohkan penggunaan kata 'kita' dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang jauh berbeda dengan kata 'kita' di Makasar. Menurut Jusuf Kalla kalau di Makasar kata 'kita' memiliki arti 'anda'

Jusuf Kalla bercerita pernah ada pejabat perempuan datang ke Makassar yang dijemput oleh protokol dari Pemda. Ketika di mobil pejabat perempuan ini ditanya oleh sang protokol, 'malam ini kita nginap di mana?' Protokol tersebut sebetulnya bermaksud mengatakan malam ini anda atau ibu mau menginap di mana.

"Tapi jadi terkesan tidak sopan, itu juga penting untuk dimaklumi. Banyak juga di daerah lain seperti itu, inginnya sopan tapi salah arti. Saya bilang kalau hidup di Makassar hati-hati kalau ada yang bertanya soal kalau kita mau nginap di mana," canda Jusuf Kalla dan disambut gelak tawa para hadirin Kongres Bahasa Indonesia ke 11 di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Senin (29/10).

Dalam kesempatan tersebut Jusuf Kalla mengakui saat ini dengan semakin banyak orang yang menggunakan bahasa Indonesia menimbulkan efek menurunnya fungsi dari bahasa daerah. Salah satu penyebabnya adalah dengan semakin banyaknya pernikahan berbeda suku.

Ia mencontohkan yang terjadi pada dirinya, dengan istrinya yang merupakan orang Padang dan Jusf Kalla sebagai orang Bugis, bahasa sehari hari yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia. Anak anaknya serta seluruh sepupunya tidak ada satupun yang bisa berbahasa bugis.

Begitu juga pengaruh dari sekolah yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sejak taman kanak kanak dan juga pengaruh dari kehidupan di kota yang terdiri dari berbagai suku sehingga bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Indonesia.

"Ini juga menyebabkan nanti adanya suatu penurunan. Pertanyaaannya apakah kita akan pertahankan bahasa daerah juga sebagai bagian dari budaya bangsa atau bagian dari komunikasi, tentu juga ada manfaatnya. Kita juga harus pertimbangkan juga bagaimana melestarikan, bagaimana ini tidak pupus sama sekali bahasa daerah ini," terang Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla pun menyebutkan bahasa Indonesia memang lebih praktis dibandingkan dengan bahasa daerah, karena memang digunakan oleh semua kalangan. Sedangkan untuk sejumlah bahasa daerah memiliki tingkatan untuk tingkat atas, menengah maupun tingkat bawah. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya