Pemuda Pelopori Antikorupsi

Yanurisa Ananta
29/10/2018 07:40
Pemuda Pelopori Antikorupsi
PERINGATI HARI SANTRI DAN SUMPAH PEMUDA: Ratusan ribu nahdiyin mengikuti istigasah kubro di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin. Istigasah kubro yang mengambil tema Dedikasi santri untuk negeri tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari(ANTARA/HUMAS POLRESTA SIDOARJO)

PADA masa kini dan ke depan, Sumpah Pemuda harus dimaknai lebih dari sekadar satu nusa, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda tidak berhenti pada perwujudan semangat keindonesiaan, tetapi para pemuda juga harus bersatu padu melawan korupsi.

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada Media Indonesia dalam kesempatan berbeda, kemarin.

"Tanpa korupsi Indonesia akan lebih mudah bersatu. Perbuatan yang mampu melemahkan satu bangsa ialah korupsi. Korupsi itu merusak demokrasi. Kalau pemuda antikorupsi, kelak mereka akan menjadi pemimpin yang bersih," kata Titi.

Menurut Titi, dalam perilaku antikorupsi terkandung kejujuran. Sese-orang yang perilakunya antikorupsi tidak akan mendegradasi hak orang lain atau menegasikan kelompok minoritas. "Dalam praktik korupsi, kesejahteraan hanya milik segelintir. Demokrasi tidak akan terwujud kalau korupsi merajalela."

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, mengatakan kini saatnya pemuda Indonesia mengedepankan integritas sebagai senjata melawan korupsi.

"Tugas pemimpin menyiapkan platform agar integritas menjadi landasan dalam melayani masyarakat. Saya mendukung semua pihak yang menegakkan masalah terkait korupsi. Kalau di daerah ada Tim Saber Pungli, itu akan dimaksimalkan untuk memberantas korupsi," ujar Kang Emil dalam peringatan 90 tahun Sumpah Pemuda di Jakarta, kemarin.

Memenangi persaingan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam peringatan Sumpah Pemuda di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, mengemukakan hanya dengan optimisme dan kreativitas tinggi pemuda dapat membawa bangsa Indonesia memenangi persaingan di era global.

"Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia harus terus diasah sejak dini untuk merengkuh cita-cita bangsa yang lebih baik. Pembangunan sumber daya manusia itu menjadi prioritas dan digarap maksimal sehingga yang namanya bonus demografi pada 2020-2030 betul-betul memberikan dampak yang signifikan," ungkap Presiden.

Pada kesempatan itu Jokowi mengingatkan ikrar pemuda dalam Kong-res II Pemuda 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak awal pergerakan perjuangan bangsa Indonesia.

"Kita, utamanya pemuda, harus bergandengan tangan dan bersatu untuk menggerakkan Indonesia sekarang maupun yang akan datang. Di tangan pemuda negara ini maju," kata Kepala Negara.

Menurut Jokowi, prioritas pembangunan pemerintah secara maksimal bertujuan memajukan negara dalam kompetisi global. Dukungan generasi muda yang memiliki integritas mutlak diperlukan.

Pagi harinya, Presiden berkesempatan melepas kirab santri di Alun Alun Kabupaten Sidoarjo. Ribuan santri yang mengikuti kirab tersebut berjalan beriringan menuju Stadion Delta Sidoarjo untuk selanjutnya melaksanakan istigasah kubro. (Mal/Pol/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya