Deteksi Dini Cegah Stadium Lanjut

Putri Anisa Yuliani
28/10/2018 08:40
Deteksi Dini Cegah Stadium Lanjut
(MI/RAMDANI)

PENDIRI sekaligus Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Gumelar mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara, baik bagi wanita maupun pria.

Semakin awal kanker terdeteksi dan diobati, kemungkinan sembuhnya juga semakin besar. Menurutnya, penyakit kanker lebih banyak ditemui di negara-negara maju. Namun, tingkat penyembuhan di negara maju juga lebih tinggi karena adanya deteksi dini yang maksimal.

"Di Indonesia orang masih enggan melakukan deteksi dini. Saat sudah tahu ada benjolan pun tidak mau periksa karena alasan takut. Ini yang membuat kebanyakan di Indonesia, pasien yang datang sudah stadium lanjut," ujar Linda saat ditemui dalam acara Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia di Hotel Kartika Chandra Jakarta, kemarin.

Sikap takut dan khawatir pada deteksi dini ini disebabkan ketidaktahuan masyarakat terhadap pengobatan kanker. Momok kanker sebagai penyakit mematikan dan mahal masih menghantui masyarakat.

Padahal, menurut Linda, tidak semua benjolan ialah kanker dan bersifat ganas. Ada pula hanya berupa tumor jinak dan bisa dihilangkan, baik melalui jalan operasi maupun terapi obat.

"Jadi, sebaiknya jangan takut. Kalaupun memang itu kanker kan justru bagus karena bisa diobati dari awal. Kemungkinan sembuhnya bisa 90%," ungkapnya.

Dengan upaya deteksi dini, menurut Linda, masyarakat bisa berkontribusi mengurangi beban BPJS Kesehatan. Sebab, tingkat kasus kanker payudara stadium lanjut di Indonesia saat ini cukup tinggi, di antaranya banyak yang ditanggung pemerintah dari segi pengobatan.

Saat ini demi menyebarluaskan upaya deteksi dini kanker payudara, YKPI membuat sebuah kebijakan dengan pengadaan mobil mamografi, bekerja sama dengan RS Kanker Dharmais. Sejak diluncurkan pada 2015 hingga Agustus 2018 sudah sebanyak 10.544 orang yang diperiksa mamografi dengan 1.565 orang di antaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas.

Semangat hidup

Pada kesempatan itu YKPI kembali menggelar agenda Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia. Acara ini memasuki tahun ketiga, dengan menghadirkan 450 penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia.

Agenda tahun ini digelar dengan tema Motivasi kuat membantu upaya menjalani pengobatan kanker payudara, kamu bisa, kita bisa.

Linda Agum Gumelar mengungkapkan tema ini dipilih dengan tujuan memotivasi para penyintas kanker payudara untuk dapat melalui masa sulit, sekaligus meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara.

"Terkena penyakit kanker sampai sudah stadium lanjut itu sungguh berat sehingga kami ingin mereka semangat dulu, ada kemauan untuk terus berjuang. Selesai dengan kegalauan dan kesedihan. Baru bisa menjalani pengobatan dengan baik," ungkapnya.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Data Globacan 2018 menunjukkan angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia telah didiagnosis kanker paling tinggi, yakni 42,1%.

Apabila kanker payudara ditemukan pada stadium awal, kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup sekitar 98%. (N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya