Bali Rancang Mandiri Energi

Ruta Suryana
27/10/2018 15:23
Bali Rancang Mandiri Energi
(MI/Ruta Suryana)

PEMERINTAH Provinsi Bali berkomitmen untuk mandiri energi serta menjadikan Bali yang bersih, indah dan hijau. Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Bali tengah merancang peraturan daerah tentang Rencana Umum Energi Provinsi Bali dan akan diikuti penerbitan Peraturan Gubernur tentang Pengelolaan Energi Bersih di Provinsi Bali.

Penegasan itu diungkapkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster usai mengikuti Apel Peringatan Hari Listrik Nasional ke-73 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Sabtu (27/10).

Menurut Koster, kedua regulasi tersebut merupakan implementasi komitmen Pemprov Bali dalam mengembangkan dan meningkatkan pemanfaatan energi bersih terbarukan, sebagai alternatif yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bali sebagai daerah tujuan wisata.  

Langkah yang  akan ditempuh dan diatur dalam regulasi tersebut antara lain, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak serta melakukan konversi penggunaan  batu bara ke gas. Upaya lain yang lebih konkret adalah penggunaan sepeda motor listrik yang akan dicanangkan dalam waktu dekat.

Pada kesempatan itu, Koster juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT PLN karena terhitung sejak Oktober 2018, Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi Bali tercatat sudah mencapai 100%. Itu artinya, seluruh penduduk Bali telah terjangkau listrik. Menurut Koster, prestasi ini patut diapresiasi karena Bali menjadi daerah pertama di Indonesia yang mencapai RE 100%.

"Terima kasih  untuk jajaran PLN, ini merupakan kado buat saya sebagai gubernur yang  baru. Saya yakin, upaya mewujudkan RE 100% bukanlah hal yang  mudah, butuh kerja keras dan perjuangan," imbuhnya.

Namun demikian, ia tetap mengingatkan kompleksitas permasalahan energi yang akan dihadapi Bali di masa-masa mendatang mengingat pertumbuhan konsumsi listrik di Bali yang cukup tinggi yaitu sebesar 3,3%. Persoalan lain, Bali juga tidak memunyai sumber energi konvensional seperti  minyak, gas dan batu bara. Selain itu, potensi energi terbarukan  yang dimiliki Bali juga tidak terlalu besar.

Untuk itu ke depannya Bali perlu mengupayakan terobosan serta pemanfaatan teknologi terbarukan  seperti tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, biomas dan arus laut. Ia berharap, suatu saat Bali benar-benar bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi dan mengurangi ketergantungan dari Jawa.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa melaporkan secara umum kondisi kelistrikan Bali relatif lebih baik dibandingkan dengan sejumlah daerah di Indonesia. Daya pembangkit yang ada di Bali saat ini sebesar 885 MW dengan beban puncak tahun 2018 mencapai 845 MW.

Dengan kata lain, Bali mempunyai cadangan daya sebesar 40 MW. Selain itu, daya mampu pembangkit di Bali juga masih dibantu oleh kabel laut sebesar 340 MW. Sejalan dengan komitmen Gubernur Koster, PLN juga berkomitmen mewujudkan kemandirian listrik di Bali. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya