Universitas Moestopo Apresiasi Atlet Mahasiswa Berprestasi

Syarief Oebaidillah
26/10/2018 17:45
Universitas Moestopo Apresiasi Atlet Mahasiswa Berprestasi
(Ist)

ATLET mahasiswa Universitas Moestopo (Beragama) berhasil meraih posisi ketiga dalam klasemen umum Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Provinsi DKI Jakarta 2018, dengan perolehan enam medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Mereka berada di bawah juara umum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan peringkat kedua Perbanas.

Prestasi atlet mahasiwa Universitas Moestopo di cabang olahraga atletik dinilai cukup menonjol karena POM DKI 2018 juga mempertandingkan beberapa cabang olahraga lainnya. Karena keenam medali emas Universitas Moestopo diraih dari cabor tersebut.

POM DKI 2018 yang berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, sejak 22 hingga 27 Oktober, itu sendiri mempertandingkan 14 cabor yakni atletik, bola voli, bola basket, bulu tangkis, karate, pencak silat, sepak bola, futsal, tarung drajat, tenis, sepak takraw, kempo, renang, dan catur.

Adapun perolehan medali atlet cabor atletik Universitas Moestopo di ajang tersebut meliputi dua medali emas nomor lempar cakram dan tolak peluru putri yang diraih oleh Tresna Puspita Gusti Ayu, kemudian dua emas dari Bilal Bilano dari nomor lari 1.500 meter dan 800 meter putra, serta masing-masing satu emas persembahan Tyas Murtiningsih (lari sprint 100 meter putri) dan Sudirman Hadi (sprint 100 meter putra).

Sedangkan tiga medali perak disumbangkan Ken Ayuthaya Purnama (sprinr 100 meter putri), Muhammad Alif Bazkar (lompat jauh), dan Tresna Ayu Puspita (lempar lembing putri). Serta dua perunggu diraih Abdul Hafiz (tolak peluru putra), dan Muhammad Alif Baskar (lompat tinggi putra).

Atas prestasi para mahasiswanya tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Moestopo, Dr Andriansyah, memberikan apresiasi kepada mereka agar menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

"Mereka patut dijadikan contoh bagi teman-teman mahasiswanya karena mereka bukan hanya menjadi kebanggaan bangsa di bidang olahraga, juga menjadi kebanggaan di kampus dalam prestasi akademiknya," kata Adriansyah dalam keterangannya, Jumat (26/10).

Selain berprestasi di bidang olahraga, kata Adriansyah, para atlet mahasiswa tersebut juga mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif di atas 3.0.

"Walau selalu kuliah dalam keadaan bersimbah peluh, mereka juga akan menyelesaikan studi dalam usia muda (di bawah 22 tahun). Pimpinan Universitas Moestopo juga sangat mengapresiasi sikap mereka yang rendah hati dalam pergaulan sehari-hari di kampus," cetusnya.

Andriansyah menjelaskan, beberapa atlet nasional yang kuliah di kampusnya memang diberikan fasilitas khusus, antara lain diberi kesempatan untuk mengikuti kuliah dengan jadwal khususguna menutup kekurangan jumlah pertemuan tatap muka perkuliahan.

"Para atlet yang berprestasi juga didukung dengan bonus-bonus untuk melengkapi extra-fooding dan perlengkapan bertanding," terangnya.

Usai kompetisi POM DKI Jakarta 2018, para atlet mahasiswa Universitas Moestopo kembali menyiapkan diri untuk Pekan Olah Raga Mahasiswa ASEAN yang akan digelar Desember tahun ini di Myanmar.

Andriansyah menambahkan bahwa Univesitas Moestopo memberikan fasilitas khusus kepada mahasiswa peraih prestasi akademik dan non-akademik. Para mahasiswa peraih prestasi nasional dimonitor karier profesinya.

"Sebagian mereka sudah mendapat tawaran kesempatan kerja di lembaga pemerintah dan swasta. Sebagian yang lain diberi kesempatan berkarier di kampus, sebagai dosen atau jabatan lain. Tradisi membina atlet nasional sudah dimulai sekitar 1990-an," pungkas Adriansyah.

Salah satu mantan atlet mahasiswa Universitas Moestopo ialah mantan pelari jarak jauh nasional Eduardus Nabunome, yang masih memegang rekor nasional lari 10 ribu meter. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya