RKSA 2018, Kalbe Beri Dana Riset Rp1,6 Miliar

Dhika kusuma winata
26/10/2018 14:45
RKSA 2018, Kalbe Beri Dana Riset Rp1,6 Miliar
()

PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) menggelar program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018. Sebanyak lima peneliti memenangi RKSA dan mendapat dana riset dengan total Rp1,65 miliar.

Lima peneliti yang menerima dana penelitian ialah Anggraini Barlian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan penelitian mengenai aplikasi micropatterning untuk peningkatan proliferasi dan diferensiasi sel punca. Lalu, Dessy Natalia dari ITB dengan penelitian mengenai deteksi demam dengue.

Kemudian, Endang Sutriswati Rahayu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan penelitian mengenai pengaruh konsumsi probiotik terkait dengan obesitas. Selain itu ada Made Astawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan riset pemanfaatan tempe sebagai pangan fungsional hipoglikemik. Terakhir, Rahyussalim dari Universitas Indonesia (UI) dengan riset mengenai efektivitas dan keamanan terapi sel punca pada pasien degerasi diskus intervertebralis.

Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius, mengatakan melalui program tersebut, pihaknya ingin terus mendorong inovasi dan penelitian yang merupakan kunci bagi pengembangan iptek di Tanah Air.

"Kami berharap pemberian dana penelitian ini merupakan implementasi sinergi yang harmonis antara kalangan akademik, industri, dan pemerintah. Kita harus mampu bersaing sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya dalam acara penganugerahan RKSA 2018, di Jakarta, Jumat (26/10).

Penyelenggaraan RKSA 2018 difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan. Tahun ini diikuti 445 proposal riset yang kemudian diseleksi menjadi sembilan proposal finalis.

Pendiri Kalbe Farma Boenjamin Setiawan mengapresiasi pemenang RKSA 2018 yang didominasi kalangan peneliti perempuan. Menurut dia, peran kaum perempuan nantinya akan semakin besar dan banyak menempati posisi penting.

"Dalam dunia ini makin lama perempuan perannya kian besar. Perempuan makin lama makin maju dan berkembang." pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya