Kanker Kuras Devisa Rp28 Triliun

(Ind/Ant/H-3)
26/10/2018 05:30
Kanker Kuras Devisa Rp28 Triliun
(. MI/PIUS ERLANGGA)

DEVISA negara terkuras Rp28 triliun setiap tahun karena banyaknya orang Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Angka itu akan meningkat seiring dengan bertambahnya pasien kanker.

"Dengan populasi 260 juta penduduk, kasus kanker termasuk yang terbanyak. Variasi pasiennya juga banyak," kata Dirut RS Kanker Dharmais Abdul Kadir di Jakarta, kemarin.

Ia mengungkapkan jumlah pengidap kanker saat ini hampir 4% dari populasi. Ke depan, pihaknya berencana mengadopsi terapi kanker di luar negeri untuk dapat menaikkan level Dharmais menjadi RS pusat kanker di Asia.

Salah satu upayanya ialah dengan mendatangkan alat terapi proton beam therapy, yang belum ada di Asia seperti di Filipina, Malaysia, atau bahkan Australia. "Pelayanan akan tersedia dalam dua sampai tiga tahun ke depan."

Dharmais saat ini juga melakukan riset imunoterapi untuk mengganti pengobatan kanker konvensional seperti operasi atau radiasi.

Staf Ahli Menkes Bidang Ekonomi Kesehatan M Subuh menjelaskan kanker payudara saat ini termasuk yang tertinggi, mencapai 42,1% dari keseluruhan kasus. Jika tidak ada deteksi dini, jumlah pengidap kanker akan makin banyak dan membebani negara.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Gumelar. "Kebanyakan pasien kanker payudara datang ke RS sudah pada stadium lanjut. Karena itu, deteksi dini sangat penting," ujarnya di acara Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Metode Mamografi untuk karyawan Media Group di Kedoya, Jakarta, kemarin.

Dari pemeriksaan kemarin, terdapat 14,9% peserta yang terdeteksi tumor jinak dan yang dicurigai tumor ganas sebesar 1,4%, atau angka riilnya sebanyak 154 orang. Dokter dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Martha Roida Manurung menjelaskan kanker payudara dapat sembuh asalkan ditemukan pada stadium dini dan mendapat pengobatan tepat.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya