CSR Bantu Atasi Kemiskinan

(Dhk/H-2)
26/10/2018 05:10
CSR Bantu Atasi Kemiskinan
(Ist)

PERUSAHAAN memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Program CSR harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu pemerintah mengentaskan rakyat dari kemiskinan.

Hal itu ditekankan Staf Ahli Menteri Sosial Marzuki saat membuka Indonesia CSR Exhibition 2018, di Jakarta, kemarin. "CSR sangat strategis untuk menangani kemiskinan. Karena itu, inovasi dalam pelaksanaan CSR sangat dibutuhkan untuk memberikan manfaat sebesarnya," ungkap Marzuki.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan, Direktur Kinanti Group Akhmad Syarbini, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta Adi Ariantara, dan Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hargyono Soemadi.

Marzuki menambahkan, program CSR saat ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. CSR perlu didorong untuk membantu kelompok prasejahtera. Misalnya melalui pembinaan masyarakat untuk membangun UMKM.

Menurutnya, program CSR secara tidak langsung membantu dan memperkuat program-program pemerintah. Sejumlah industri telah menyalurkan dana CSR. Itu antara lain diperuntukkan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan bencana seperti di Lombok dan Palu.

"Saya percaya kegiatan CSR dan UMKM bisa membantu menangani masalah kemiskinan," tegas Marzuki.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung KLHK Hargyono Soemadi mengatakan sektor kehutanan kini juga perlu dukungan dari program CSR. Misalnya pada program perhutanan sosial. Program tersebut melibatkan setengah juta kepala keluarga yang diberi akses pengelolaan hutan. "Dari perhutanan sosial muncul UMKM dengan produk kehutanan nonkayu seperti madu, minyak asiri, rotan, dan bambu. CSR bisa bermitra dengan UMKM sektor kehutanan," ujarnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya