Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DITEMUKANNYA kembali kasus penyakit Polio di Papua Nugini membuat pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kesehatan mengambil beberapa langkah untuk mencegah agar virus tersebut tidak menyebar hingga ke wilayah Indonesia.Salah satu langkah yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan kepada para pelintas batas negara.
"Tentunya kepada mereka harus memahami betul apa itu Polio, tanda-tandanya, dan apa yang harus dilakukan jika memang mengalami," ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono, Minggu (21/10).
Selain mengawasi para pelintas perbatasan, Kemenkes juga aktif mengawasi catatan rumah sakit untuk mendeteksi adanya penderita gejala aqal polio yakni lumpuh layu akut atau Acute Flaccyd Paralysis (AFP). Terakhir langkah yang dilakukan adalah dengan menerjunkan Tim Kaki Telanjang atau Kijang dalam kegiatan pengamatan (Surveilans) para penderita AFP yang bertujuan memperluas jangkauan surveilans dan imunisasi hingga ke pelosok Papua. "Ada penerjunan Tim Kijang untuk memperluas cakupan Surveilans dan imunisasi Polio," ujarnya.
Sebelumnya, telah ditemukan 14 kasus penyakit Polio di Papua Nugini hingga Oktober ini. Pemerintah Papua Nugini (PNG) mengukuhkan bahwa untuk pertama kalinya dalam 18 tahun muncul kasus polio untuk pertama kalinya, setelah kasus itu dideteksi terjadi di sebuah pemukiman di Kota Lae di negara tersebut.
Virus polio dapat menyebar melalui kotoran manusia yang terinfeksi yang disebarkan oleh mereka yang terinfeksi. Virus juga bisa menyebat biasanya lewat air atau makanan yang terkontaminasi.(OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved