Kemenkes Waspadai Epidemi Polio Papua Nugini

Putri Anisa Yuliani
21/10/2018 19:08
Kemenkes Waspadai Epidemi Polio Papua Nugini
(AFP PHOTO / Yasuyoshi CHIBA)

KEMENTERIAN Kesehatan mewaspadai merebaknya penyakit Polio di Papua Nugini. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, menyebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar penyakit tersebut tidak menyeberang ke wilayah Indonesia tepatnya melalui perbatasan dengan Papua dan Papua Barat.

"Sudah dilakukan berbagai hal di Papua, semoga nggak menyebrang ke Indonesia," kata Anung saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (21/10).

Upaya tersebut di antaranya dengan mengintegrasikan imunisasi Measles dan Rubella (MR) dengan imunisasi Polio. Imunisasi MR saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dengan target 30 juta anak di seluruh Indonesia.

"Salah satunya dengan mengintegrasikan imunisasi MR dengan imunisasi Polio di Papua," ujarnya.

Upaya lainnya,yakni dengan melakukan pengamatan bertahap (Surveilans) terhadap gejala awal Polio yang muncul yakni lumpuh layu akut atau Acute Flaccyd Paralysis (AFP).

Surveilans kasus lumpuh layuh akut (AFP) merupakan salah satu strategi dari eradikasi polio, yaitu melakukan pengamatan terus-menerus secara sistematis terhadap setiap kasus AFP. Tujuannya, untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan virus polio lar di suatu wilayah, sehingga dapat dilakukan mopping up atau upaya khusus untuk memutus transmisi virus polio liar agar tidak menyebar ke wilayah yang lebih luas.

Sementara itu, sebelumnya telah ditemukan 14 kasus penyakit Polio di Papua Nugini hingga Oktober ini. Pemerintah Papua Nugini (PNG) mengukuhkan bahwa untuk pertama kalinya dalam 18 tahun muncul kasus polio untuk pertama kalinya, setelah kasus itu dideteksi terjadi di sebuah pemukiman di Kota Lae di negara tersebut.

Virus polio dapat menyebar melalui kotoran manusia yang terinfeksi yang disebarkan oleh mereka yang terinfeksi. Virus juga bisa menyebat biasanya lewat air atau makanan yang terkontaminasi. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya