Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESTASI membanggakan diukir siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo di ajang Apicta 2018 yang digelar di Guangzhou China, Oktober ini. Karya mereka berupa prototipe brankar atau tempat tidur pasien di mobil ambulans meraih juara dua di ajang internasional yang diikuti peserta dari 16 negara se-Asia Pasifik tersebut.
Prototipe karya siswa Smamda Sidoarjo atau Tim Rekto ini dinamai Anedizer singkatan dari Ambulance Bed Stabilizer. Maksudnya ialah brankar yang sudah dirancang sedemikian rupa agar tetap stabil meskipun mobil ambulans melaju kencang atau melewati jalan yang berlubang.
Ide membuat prototipe ini memang muncul karena melihat mobil ambulans yang biasa melaju kencang. Mereka berharap si penderita sakit tetap nyaman berbaring di tempat tidur atau brankar, meskipun mobil melaku kencang atau bahkan melewati jalan berlubang.
Lewat karya Anedizer ini, lima siswa Smamda yaitu Faza Ghulam Ahmad, Muhammad Syarif Rafi, Muhammad Fadhel Finanda, Khanza Aulia dan Defriska Naura meraih juara dua di ajang Apicta 2018 di Ghuangzhou China. Ajang internasional itu sendiri diikuti 16 negara di Asia Pasifik.
Anedizer ini dibuat dari pipa stenlis yang dilengkapi sensor IMU (inertial measurement unit), arduino dan dynamixel. Perangkat itu kemudian dihubungkan dengan sebuah laptop yang berfungsi untuk mengoperasikan dan membaca data.
"Biayanya untuk perangkat ini kurang dari Rp1 juta," kata Faza, Jumat (19/10).
Menurut Faza, kesulitan membuat alat ini memang adalah untuk menstabilkan brankar tersebut. Maka dia bersama tim selama empat bulan berupaya untuk bisa menciptakan prototipe ini. Faza berharap melalui alat ini, dengan kondisi jalan di indonesia yang relatif masih banyak yang rusak, kondisi si pasien saat berada di brankar tetap stabil saat ambulans melaju kencang ke rumah sakit.
Sementara pihak sekolah mengaku bangga dengan prestasi para siswa itu. Pihak sekolah siap mendukung karya anak didiknya ini dan memfasilitasi apabila akan diwujudkan menjadi brankar ambulans yang sesungguhnya.
"Prestasi Tim Rekto ini diharapkan memicu semangat para pelajar lainnya untuk terus berkarya dan menciptakan inovasi-inovasi tepat guna yang nantinya bisa berguna di masyarakat," kata Yudi, humas Smamda Sidoarjo. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved