Banyak Pasangan Beralih ke Kondom

(Put/H-1)
18/10/2018 05:40
Banyak Pasangan Beralih ke Kondom
(THINKSTOCK)

PEMAKAIAN alat kontrasepsi tradisio­nal meningkat, padahal jenis kontrasepsi tersebut berisiko gagal. Lebih miris lagi, yang memilih penggunaan kontrasepsi jenis tersebut ialah mereka yang berpendidikan tinggi dan tinggal di perkotaan.

Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nofrijal mengatakan peningkatan penggunaan alat kontrasepsi tradisional terungkap dari hasil Survei Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) 2017.

Berdasarkan survei tersebut, pengguna alat kontrasepsi tradisional jenis kondom mecapai 3%, padahal pada SDKI 2012 angkanya hanya 1%. Lalu metode senggama terputus meningkat dari 2% pada SDKI 2012 menjadi 4% pada SDKI 2017.

Sementara itu, jumlah yang terhenti menggunakan alat kontrasepsi mo-dern, seperti IUD, berdasarkan SDKI 2017 juga meningkat menjadi 9% dari semula 6% pada SDKI 2012.

“Ini harus kita teliti lebih jauh, mengapa mereka yang berpendidikan tinggi justru memilih KB dengan cara tradisional yang berfek jangka pendek,” kata Nofrijal saat menginformasikan Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2018 oleh United Nations Funds (UNFPA) di Jakarta,
Rabu (17/10).

Ia menduga ada beberapa hal yang mendasari kecenderungan peningkatan pemakaian kontrasepsi tradisional jangka pendek di wilayah perkotaan. Antara lain, menurunnya hasrat seksual karena kesibukan aktivitas serta pengetahuan dan pemahaman kontrasepsi yang telah didiskusikan bersama pasangan.

“Masyarakat kota memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik dalam memutuskan sesuatu. Mereka biasanya melakukan berdasarkan diskusi sehingga mungkin menggunakan kontrasepsi jangka pendek memang menjadi pilihan pada saat itu. Bisa juga soal dugaan menurunnya hasrat seksual. Namun, itu membutuhkan penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Selain itu, ujar Nofrijal, ada kekhawatiran mengenai dampak penggunaan alat kontrasepsi jangka menengah dan panjang melalui metode modifikasi hormon atau suntik, di antaranya soal kegemukan yang biasanya dikhawatirkan perempuan. (Put/H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya