Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, mengatakan keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi setiap individu untuk mempersiapkan diri menjadi manusia seutuhnya sehingga dapat berkontribusi sebagai anggota masyarakat di masa mendatang.
"Namun potret keluarga di Indonesia masih jauh dari kondisi ideal," ujarnya di Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10).
Potret tidak ideal itu setidaknya dapat dilihat dari beberapa fakta di masyarakat. Antara lain, angka perceraian di Indonesia merupakan yang tertinggi di negara-negara Asia Pasifik. Sejak tahun 2009 hingga 2016, kenaikan angka perceraian meningkat 16-20%.
Menurut Yohana, perceraian berdampak pada tumbuh kembang anak. Mereka terluka secara batin, merasa tidak aman, dan seringkali tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orangtua mereka.
Masalah itu berkorelasi terhadap tingkat kenakalan remaja serta tingkat kejahatan anak sebagai pelaku yang disebabkan kurangnya perhatian oleh keluarga.
Fakta lain terkait angka pernikahan up annak. Yohana menyatakan pernikahan usia anak merupakan salah satu faktor penyumbang tingginya angka perceraian di Indonesia.
Berdasarkan data hasil Penelitian Universitas Indonesia, pada tahun 2016, sebanyak 22.000 perempuan muda di Indonesia berusia 10-14 tahun sudah menikah terutama terjadi di pedesaan sebesar 0,03 %. Selain itu, usia kehamilan umur remaja yakni dari usia 15-19 tahun sebesar 1,97 %. Data juga menunjukkan, angka pernikahan anak di Indonesia tertinggi ke dua di ASEAN.
Fakta selanjutnya adalah pengguna narkoba di Indonesia. Berdasarkan Data BNN tahun 2015 jumlah pengguna narkoba dari tahun ke tahun meningkat, yaitu 4.022.228 orang pada tahun 2014 menjadi 4.098.029 orang pada tahun 2015 dimana penggunanya 70% pekerja, 22% pelajar dan mahasiswa, dan 8% pengangguran.
Kasus kekerasan juga fakta lain yang menggambarkan betapa keluarga di Indonesia jauh dari ideal.
"Angka kekerasan di Indonesia bagaikan fenomena gunung es yang nampak dipermukaan relatif sedikit namun kekerasan yang ada dimasyarakat jumlahnya sangat memprihatinkan," pungakasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved