Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NATARINI Setianingsih, 34, didiagnosis mengalami leukemia pada 1996 saat usianya 12 tahun. Leukemia merupakan salah satu kanker yang paling banyak diderita pada anak. Natarini menuturkan banyak anggapan ketika sudah terkena kanker, anak-anak tidak bisa bertahan. Padahal, itu tidak benar. Anak-anak dapat sembuh dari kanker bila mendapatkan penanganan dan pengobatan sejak awal.
Perempuan yang kini bekerja sebagai Sekretaris Journal of Cancer di Rumah Sakit Kanker Dharmais itu bercerita diagnosis kanker pada anak memang tidak mudah sebab anak-anak cenderung tidak bisa mengungkapkan yang mereka rasakan.
"Ketika saya terkena leukemia, tanda-tandanya pucat, demam, diberikan obat pereda demam sebentar reda, tetapi kembali demam. Dibawa ke dokter, dikatakan malaria. Akhirnya ibu saya memutuskan membawa ke dokter spesialis penyakit dalam," tutur Natarini dalam diskusi Kenali Gejala Dini Kanker pada Anak di Kementerian Kesehatan, Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, setelah menjalani serangkaian tes ternyata hemoglobin dalam darahnya 8, sangat rendah. Pada akhirnya, dokter merujuknya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Dokter curiga saya menderita leukemia, dan setelah menjalani pemeriksaan memang didiganosis itu. Saya mendapat pengobatan selama tiga tahun dan dinyatakan sembuh setelah lima tahun tidak kambuh lagi," kenang Natarini.
Dari pengalamannya, ia bersama sejumlah kawan tergerak untuk mendirikan komunitas. Komunitas itu didirikan pada 24 Mei 2006, bernama Cancer Buster Community (CBC). Merupakan komunitas para penyintas kanker anak untuk meringankan beban pasien kanker anak dan keluarganya, juga menularkan semangat kepada anak-anak yang sedang berjuang menjalani pengobatannya. "Kita harus semangat dan optimistis menjalani pengobatan. Itu bisa membantu kita menjalani proses pengobatan agar hasilnya baik," tegasnya.
Kanker pada anak memang tidak bisa dicegah. Tapi, dengan deteksi dan pengobatan dini, kanker pada anak bisa disembuhkan. Seperti yang diungkapkan dokter konsultan hematologi onkologi anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Mururul Aisyi SpA(K), kanker pada anak tidak dapat dicegah, tapi dapat dideteksi secara dini. Semakin dini terdeteksi, semakin tinggi kesembuhan yang bisa dicapai. Menurut Aisyi, kanker pada anak berbeda dengan kanker orang dewasa. Respons terhadap terapinya pun berbeda.
Menurut literatur, ujar Aisyi, angka kesintasan pada kanker anak tergolong tinggi, sebesar 84%, apabila didiagnosis dan diobati sejak awal. "Keberhasilan terapi atau kemungkinan untuk sembuh lebih besar daripada kanker pada orang dewasa," ujarnya.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker pada anak. Diduga, kanker anak muncul karena interaksi empat faktor. Yakni genetik, paparan zat kimia, virus, dan radiasi. Data dari Riset Kesehatan Dasar 2013, menunjukkan ada enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak.
Orangtua
Aisyi menuturkan, anak-anak pada umumnya belum mampu untuk mengemukakan kondisi yang dirasakan. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk mengenali tanda dan gejala kanker pada anak.
Senada, Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Arinie mengatakan penemuan dini kasus kanker anak merupakan kunci keberhasilan pengendalian kanker pada anak. "Orangtua harus mengetahui secara dini apa yang menjadi keluhan anak. Orangtua harus waspada melihat gejala-gejala tersebut," ujar Cut.
Secara global, jumlah kanker anak sekitar 3%-5% dari keseluruhan kanker. Namun kanker menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5-14 tahun. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved