Mario Lawalata Pilih Sehat Tolak Narkoba

Suryani Wandari Putri Pertiwi
17/10/2018 09:30
Mario Lawalata Pilih Sehat Tolak Narkoba
(MI/Usman Iskandar)

AKTOR Mario Santo Michael Lawalata atau yang lebih dikenal Mario Lawalata, 38, mengaku kesulitan saat harus memerankan seorang disc jockey (DJ) yang juga bandar narkoba di film terbarunya Menunggu Pagi. Pasalnya, selama ini ia tak pernah berurusan dengan obat-obatan terlarang itu.

"Saya harus berusaha untuk jadi orang yang benar-benar pemakai dan pengedar (narkoba). Benar-benar kayak bad guy-nya lah di sini. Padahal, ngerasain saja belum, jadi pengguna narkoba, apalagi pengedar gitu," kata Mario saat berkunjung ke kantor Media Indonesia, di Kedoya, Jakarta Barat, pekan lalu.

Mario yang juga pebasket itu mengisahkan, satu-satunya pengalamannya bersentuhan dengan narkoba ialah ketika dirinya masih duduk di bangku SMP. Ia mengatakan, narkoba sudah marak digunakan teman-temannya saat itu, sekitar periode 1990-an.

Ia pun tak habis pikir saat mengetahui teman-teman satu tim basketnya, ikut terjerumus barang haram itu. "Ada 10 anggota tim basket saya pakai narkoba. Saya sebisa menghindar dari barang tersebut sampai pernah berantem dengan mereka," kata adik dari desainer Oscar Lawalata itu.

Aktor berdarah Manado dan Maluku itu mengaku tidak tertarik dengan narkoba yang jelas-jelas hanya merusak badan dan pikiran. Pria yang mengawali kariernya sebagai model itu mengatakan hanya ingin tubuhnya sehat dalam arti sebenarnya.

"Jika ada ada narkoba yang tiba-tiba dalam semalam membuat badan saya bisa kotak-kotak (six pack) ya saya akan beli, tapi ini kan enggak, tetap harus olahraga. Buat apa merusak badan dan ngabisin duit," sergah pria yang pernah bermain di turnamen semipro Kobatama pada 2007-2009 itu.

 

Kontrol emosi

Untuk membantu pendalaman perannya sebagai pengedar narkoba di film Menunggu Pagi, Mario banyak mencari referensi berakting dari film-film di laman berbayar Youtube. "Ada acting coach juga," ucap laki-laki kelahiran Pekanbaru, 3 Mei 1980 itu.

Kesulitan lain di film itu dialami Mario saat memerankan dalam kehidupan percintaannya bersama sang kekasih. Di sini, Mario mendapat tantangan yang cukup sulit karena harus memainkan karakter sebagai orang yang keras sekaligus lembut.

"Karena di sini emosi saya yang ditantang. Karena emosi saya enggak boleh yang terlalu meledak-ledak, enggak boleh juga yang terlalu sweet jadi cowok. Tapi, saat menjadi pengedar juga ada bos yang ditakuti," bebernya.

Menunggu Pagi mengambil latar belakang waktu yang kurang dari 24 jam yang menceritakan tentang konflik dan romansa anak kini, bagaimana percintaan satu malam bisa terjadi dan kehidupan party goers yang melanda anak-anak Ibu Kota.

Film yang tayang di bioskop mulai 11 Oktober 2018 lalu itu bercerita tentang gaya hidup anak-anak urban di kota besar. Selain Mario Lawalata, film Menunggu Pagi besutan sutradara Teddy Soeriaatmadja juga menampilkan Aurelie Moeremans, Arya Saloka, Mario Lawalata, Arya Vasco, Juan Bione alias Bio One, Ganindra Bimo, dan Putri Marino. (H-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya