Sehat Melalui Gadget

Rizky Noor Alam
28/3/2015 00:00
Sehat Melalui Gadget
(DOK. APPLE)
PERKEMBANGAN teknologi tidak semata mempermudah kehidupan manusia. Kini berkembang untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan penggunanya.

Seperti produk jam tangan terbaru Apple yang akan hadir April mendatang. Apple Watch itu tidak hanya pintar, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan penggunanya.

Tidak main-main dalam proses pembuatannya, Apple meneliti berbagai karakteristik orang sehingga jam tangan itu bisa menyesuaikan diri. Bahkan kepala pembuatan jam tangan pintar itu ialah mantan pakar kebugaran Nike.

Bahkan, pihak Apple mengklaim telah meneliti banyak orang sebagai sampel mereka dalam proses pengembangan gadget ini. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan dalam memaksimalkan fungsinya dengan menggunakan aplikasi khusus. Setidaknya ada dua aplikasi andalan yang disematkan dalam produk itu, yaitu aplikasi Activity dan Workout.

Dengan menggunakan 2 aplikasi tersebut, penggunanya dapat mengatur ulang kegiatan hariannya dengan pola yang lebih sehat.

"Saya pikir pertanyaan besar akan muncul, yaitu untuk siapa perangkat ini dibuat? Atau apakah alat ini bisa merubah perilaku seseorang?" ungkap profesor yang juga salah satu pendiri Center for Health and Social Media di University of Massachusetts Medical School, Sherry Pagoto seperti yang dikutip dari laman www.livescience.com. Pagoto menambahkan bahwa orang-orang yang membeli alat ini biasanya sudah memiliki motivasi untuk hidup sehat di atas orang rata-rata.

Di sisi lain, banyak pula orang yang menolak berolahraga, atau tidak punya waktu melakukan kegiatan fisik sehingga mereka membutuhkan alat semacam ini untuk membantu mengubah perilaku hidup mereka.

"Masih banyak orang yang kurang memiliki motivasi untuk berolahraga, saya ingin tahu berapa banyak orang yang akan mendapatkan manfaat dari alat seperti ini," kata Pagoto.

Dengan melalui aplikasi kebugaran, Apple Watch dapat melacak gerakan penggunanya, termasuk latihan dan aktivitas yang dilakukan, serta berapa lama mereka telah berdiri sepanjang hari. Jam tangan tersebut juga akan mengirimkan semacam pengingat untuk bergerak jika penggunanya telah duduk terlalu lama.

Menurut Mitesh Patel, asisten profesor kedokteran dan manajemen kesehatan di University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, mengatakan fungsi alat kesehatan yang digabung dengan jam tangan dapat bermanfaat. Karena menyederhanakan penggunaannya sehingga diharapkan masyarakat dapat menggunakannya dalam waktu yang lama.

Apple dikabarkan hanya akan merilis Apple Watch pada 24 April 2015 di beberapa negara seperti Australia, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Hong Kong, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Belum ada kejelasan apakah perusahaan itu akan memasarkannya di Asia Tenggara.

Prototipe
Ada juga Google yang tengah mengembangkan gelang pintar (smartband) yang dapat membunuh sel kanker. Sebagai mana disitat www.ubergizmo.com rencana perusahaan yang berkantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat tersebut belum mengumumkan secara resmi, tapi telah diketahui publik dari informasi bocoran hak paten yang dimiliki oleh Google.

Perangkat tersebut nantinya dipakai layaknya gelang pada umumnya, namun perbedaannya ialah gelang tersebut dapat membantu membunuh sel kanker. Google menyebut proses pembunuhan sel kanker tersebut dengan istilah nanoparticle phoresis.

Proses nanoparticle phoresis tersebut intinya mengirimkan energi ke dalam tubuh melalui berbagai media, di antaranya adalah frekuensi radio, medan magnet, gelombang akustik, dan infrared. Dengan memancarkan energi pada jaringan peredaran darah itu, gelang pintar itu bisa menarik sel kanker dari sistem peredaran darah.

Selain itu sejumlah peneliti di Laval University, Quebec, Kanada, tengah mengembangkan smart clothes atau pakaian pintar. Pakaian itu nantinya memonitor kondisi kesehatan penggunanya seperti kadar glukosa, detak jantung, dan berbagai aktivitas yang dilakukan di dalam otak. Hasil pemeriksaan nantinya dikirimkan melalui jaringan nirkabel dan telepon seluler agar dokter dapat melakukan analisis dengan cepat.

Sejumlah peneliti tersebut yang diawasi Younes Messaddeq berhasil menciptakan kain pintar yang dilapisi beberapa lapisan seperti tembaga, polimer, kaca, dan perak.

"Serat bertindak baik sebagai sensor dan antena. Bahan-bahan tersebut dapat tahan lama tapi lunak, dan dapat ditenun dengan wol atau katun, serta kualitas sinyal yang dipancarkan sebanding dengan antena komersial, "kata Messaddeq yang juga anggota dari Canada Excellence Research Chair in Photonic Innovations seperti yang dikutip dalam www.financialexpress.com. 

Permukaan serat tersebut juga dapat disesuaikan untuk memantau berbagai informasi seperti tingkat glukosa, irama jantung, aktivitas otak, gerakan, dan koordinat spasial. Hak paten atas penemuan tersebut juga sudah diajukan, namun masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan sebelum nanti siap untuk dilepas ke pasaran.

"Tentu saja teknologinya harus terhubung ke jaringan nirkabel, dan ada masalah pasokan listrik yang harus diselesaikan, selain itu kami juga harus memastikan kain tersebut kuat dan tahan terhadap bahan-bahan kimia yang terkandung dalam deterjen," papar Messaddeq. (M-4)

miweekend@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya