MESKI industri telah berupaya membuat formula susu sebaik mungkin, tetap saja tak ada yang bisa menandingi kebaikan air susu ibu (ASI). Ibu yang baru pertama kali menyusui dan sangat paham akan nilai positif dari ASI berusaha memenuhi kebutuhan ASI bayinya dengan cara mencari dari tempat lain seperti bank susu atau bahkan memasang pengumuman untuk mencari donor ASI. Namun, sebuah studi mengungkap bahaya di balik membeli ASI online.
British Medical Journal (BMJ), penerbit terkemuka dari jurnal-jurnal ilmiah internasional di bidang kesehatan/ pengobatan, menanggapi fenomena menarik itu. Dalam editorialnya mereka menganjurkan agar para ibu tidak membeli ASI secara online karena industri ini belum memiliki peraturan dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan bayi.
Meski memiliki banyak sekali manfaat bagi bayi, ASI ternyata juga menjadi media yang dapat menularkan penyakit seperti HIV, hepatitis B dan C, serta sipilis. Perempuan yang mengidap penyakit tersebut tidak disarankan untuk menyusui bayinya.
ASI yang dijual secara online mungkin belum melalui uji ketat seperti susu yang berasal dari sumber yang jelas seperti bank susu, terutama uji yang berisiko tertular penyakit tersebut.
Para ahli juga menyoroti soal pendistribusian dan pengemasan ASI. Dalam penelitian terdahulu mereka menemukan ASI yang dibeli secara online memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkontaminasi bakteri penyakit jika dibandingkan dengan susu yang berasal dari bank susu. Dalam penelitian itu ditemukan 25% susu yang didistribusikan ke pelanggan dikemas kurang baik dan tidak lagi dalam keadaan beku. Hal-hal seperti itu sering tidak disadari oleh ibu. Ditambah lagi tidak ada peringatan tentang bahaya membeli ASI secara online.
"ASI yang dibeli secara online jauh sekali dari ukuran kemanfaatan ideal yang diharapkan, malah meningkatkan risiko bayi terpapar penyakit, dan konsumen tidak menyadari telah membawa agen penyakit ke rumah mereka," seperti ditulis dalam editorial BMJ. Mereka berharap pembuat peraturan dan kebijakan melihat masalah itu dan segera bertindak untuk melindungi ibu serta bayi mereka dari susu yang berbahaya.
Kualitas buruk ASI yang dijual online, bisa jadi karena harganya yang murah ketimbang di bank ASI. Biasanya memang harga ASI yang dibeli secara online lebih murah daripada ASI dari bank susu.
Masih ingat dengan es krim berbahan ASI yang dijual oleh sebuah perusahaan Inggris pada 26 Februari 2011? Hanya bertahan satu minggu, produk itu langsung ditarik dari peredaran. Tindakan penutupan itu untuk merespons dua pengaduan warga terkait peraturan yang membolehkan sebuah toko menjual makanan yang dihasilkan oleh tubuh mereka dan mereka menunggu adanya panduan resmi dari Food Standards Agency, Inggris.