Gawai dan Konsentrasi Belajar, Tantangan Mendidik Siswa Zaman Now

Syarief Oebaidillah
10/10/2018 23:05
Gawai dan Konsentrasi Belajar, Tantangan Mendidik Siswa Zaman Now
(Ist)

TANTANGAN bagi peserta didik atau siswa zaman now ialah tingginya intensitas penggunaan gawai. Hal itu juga berdampak pada menurunnya daya konsentrasi belajar.

Oleh karena itu, sekolah atau lembaga pendidikan harus kreatif dan inovatif menghadapi tantangan ini melalui variasi proses belajar mengajar serta upaya meningkatkan konsentrasi siswa.

"Upaya self control atau pengendalian diri menjadi amat penting. Pasalnya anak zaman now atau milenial sekarang banyak dikendalikan pada penggunaan gawai atau gadget. Akibatnya mereka kurang fokus sehingga konsentrasi belajar menjadi menurun," kata Direktur Sekolah Global Sevilla, Robertus Budi Setiono, pada acara A Day of Mindfulness, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-16 Global Sevilla di Jakarta, Rabu (10/10).

Robertus mengutarakan, daya konsentrasi belajar siswa di kelas saat ini menurun. Bahkan hanya dapat berkonsentrasi dalam kisaran waktu sekitar 10 menit. Kondisi yang terjadi pada anak zaman now ini berbeda pada masa mengajar di sekolah pada masa anak-anak zaman dahulu.

"Anak zaman dulu memiliki durasi waktu konsentrasinya bisa mencapai 30 menit. Artinya, dalam satu pelajaran mereka bisa konsentrasi penuh. Nah, sebaliknya anak zaman now durasinya hanya sekitar 10 menit," ungkapnya.

Menghadapi kondisi ini, sekolah mesti kreatif melakukam inovasi pembelajaran. Apalagi, saat ini proses pembelajaran di sekolah tidak dapat hanya dilakukan secara satu arah.

Menurut dia, mesti ada metodelogi pembelajaran yang beragam. Para guru juga harus memahami bagaimana menghadapi keberadaan dan karakter anak-anak zaman now.

"Jika sekolah dan guru tidak melakukan inovasi dan upgrade sesuai kondisi anak zaman now maka bisa amburadul," tegasnya.

Robertus berpendapat sejatinya gawai tidak akan berdampak buruk pada proses belajar mengajar, jika dioptimalkan dengan baik dalam menunjang pembelajaran.

"Jadi, sejatinya gawai tidak ada jeleknya. Pasalnya kita mesti mampu mengoptimalkan pemanfaatannya secara positif dalam menunjang pembelajaran. Keberadaan gawai bagi anak zaman now merupakan keniscayaan yang tak terhindarkan," cetusnya.

Terkait upaya meningkatkan daya konsentrasi dan fokus para siswa, Global Sevilla mempunyai ciri khas tersendiri yakni melalui metode mindfulness. Melalui praktik mindfulness tersebut diyakini dapat meningkatkan konsentrasi, fokus, dan kesadaran diri.

"Jika mindfulness dilakukan secara konsisten, daya serap pelajaran siswa akan lebih luar biasa, karena mereka bisa konsentrasi dan fokus dengan baik, serta dapat mengurangi stres. Sehingga para siswa terbantu meningkatkan pembelajarannya," pungkas Robertus. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya