Jokowi Minta Urus Fakultas Baru Dipermudah

Rudy Polycarpus
10/10/2018 20:15
Jokowi Minta Urus Fakultas Baru Dipermudah
(MI/Bary Fathahilah)

PRESIDEN Joko Widodo mendorong perguruan tinggi agar melakukan inovasi disruptif, antara lain dengan menyiapkan fakultas dan program studi (prodi) yang mampu menjawab kebutuhan spesifik.

Untuk itu, ia meminta perguruan tinggi tak dipersulit apabila hendak mengurus prodi atau fakultas baru.

Pasalnya, ia masih menemukan kasus sulitnya mengurus fakultas baru untuk perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan Jokowi dihadapan para pimpinan perguruan tinggi serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/10).

"Mumpung ini ada Eselon I, Eselon II di Kemenristekdikti. jangan sampai saya dengar suara-suara ngurus fakultas baru sulit, ngurus prodi baru sulit, ngurus jurusan sulit. Regulasi yang membuat takut dan tidak berani berinovasi itu pangkas," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden mengingatkan bahwa saat ini adalah era kompetisi. Oleh karenanya, yang lambat akan ditinggal oleh yang cepat melihat peluang.

Ia mencontohkan perkembangan ekonomi dunia yang kini bergerak ke bidang digital. Jual beli bergeser ke sistem daring sehingga mengurangi pertemuan penjual dan pembeli.

Perubahan lanskap ekonomi global dan interaksi sosial perlu diantisipasi, antara lain dengan menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan yang dinami

Presiden berharap perguruan tinggi memahami gejala ekonomi tersebut dan mengimplementasikannya dalam inovasi pendidikan. Menurut Presiden, inovasi seperti itu belum banyak dilakukan di Indonesia.

"Dalam 40, 50 tahun, fakultasnya itu-itu saja. Ini mau saya cari betul, ekosistemnya yang nggak mendukung atau perguruan tinggi yang tidak merespons, belum merespons perubahan itu," tegasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya