Deputi Pemuda Kemenpora Ajak Pemuda Setop Hoaks di Tahun Politik

Micom
08/10/2018 21:50
Deputi Pemuda Kemenpora Ajak Pemuda Setop Hoaks di Tahun Politik
(Thinkstock)

DEPUTI Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh mengajak pimpinan organisasi kepemudaan untuk menjadi pelopor perang melawan hoaks di media sosial yang bisa mengancam peraatuan dan kesatuan bangsa.

"Penyebaran hoaks di media siber sudah sedemikian mengkhawatirkan, terlebih saat masuk tahun politik. Kaum muda harus jadi pelopor perubahan dan perbaikan," tegas Niam dalam diskusi 'Pemuda Mengkaji: Hoax dan Masa Depan Pemuda' di Media Center Kemenpora, Senin (8/10) sore.

Lebih lanjut Niam menjelaskan, data dari Mafindo tentang meningkatnya berita hoaks di media sosial tiga bulan terakhir, yang melonjak hingga 35%.  

"Riset terhadap konten media sosial dalam rentang Juli hingga September 2018, ada peningkatan berita hoax sebesar 35%. Berita hoaks yang paling tinggi adalah soal politik, dan disusul soal agama.  Harus ada langkah bersama untuk mencegahnya," terang dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Jakarta ini.

Niam mengajak kaum muda untuk aktif mengkhabarkan berita baik ke media sosial secara aktif.

"Produksi konten positif sebanyak mungkin agar konten negatif terjepit dan tidak mendapat ruang. Di samping itu perlu ada keberanian untuk mengingatkan terhadap penyebar hoaks agar mengoreksi dan tidak mengulangi," tambahnya.

Narasumber lain dalam kegiatan ini ialah Ketua Siber Kremasi, Dedi Permadi, dan artis yang juga pegiat media sosial, Olivia Zalianti.
Dalam diskusi ini, tampak hadir 50-an peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan juga beberapa pegiat media sosial.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menggerakkan para pemuda, agar tidak mudah termakan informasi bohong yang sesungguhnya tidak benar.

Terlebih, di era milenial seperti saat ini yang masyarakatnya sangat bergantung kepada gadget dan banyak menghabiskan waktunya untuk berinteraksi di media sosial, harusnya bisa lebih bijak menyaring informasi.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka yang menjadi lini depan di organisasi masing-masing, bisa turut menghambat info hoaks. Minimal, tidak turut menyebarkan, apabila tidak bisa mencari bukti kebenaran dari informasi ini," tuturnya.

Sementara itu, Olivia dalam penjelasannya berharap langkah cek dan ricek terhadap informasi yang didapatkan bisa dilakukan terlebih dulu.

"Kembali ke diri kita masing-masing juga. Jangan mudah terprovokasi info, kalau ragu, jangan turut menyebarkannya karena khawatir itu adalah hoaks," tegasnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya