Zikir Bersama Peringati 50 Tahun Wafatnya Perintis Industri Elektronika Nasional

Ghani Nurcahyadi
01/10/2018 11:10
Zikir Bersama Peringati 50 Tahun Wafatnya Perintis Industri Elektronika Nasional
(Ist)

DALAM rangka memperingati 50 tahun wafatnya almarhumah Hj Annie Nento Gobel, istri dari almarhum Drs H Thayeb Mohammad Gobel, perintis industri elektronika nasional, keluarga besar Gobel menggelar kegiatan zikir dan doa bersama di Panasonic Gobel Indonesia, Jl Dewi Sartika No 14, Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu (30/9).

Almarhum Thayeb Mohammad Gobel dan Almarhumah Annie Nento Gobel menikah pada 1956 di Gorontalo. Pasangan ini melahirkan Olga, Emma, Clara, Seminarti, Rahmat, Indrawati, dan Abdullah Gobel.

Selama hidupnya, Annie tidak hanya menjadi seorang ibu, melainkan pula sosok yang berperan menemani Thayeb Gobel dalam memajukan industri elektronik Indonesia melalui Gobel Group.

Didampingi istri yang sabar, pengertian dan memiliki semangat juang tinggi, mendiang Thayeb Mohammad Gobel berhasil membawa nama Gorontalo ke kancah nasional hingga internasional.

Lahir pada 7 September 1931 di Gorontalo, almarhumah Annie Nento Gobel sangat mencintai kebudayaan Gorontalo dan selalu berupaya melestarikannya.

Antara 1965 sampai 1967, mendiang bahkan mengundang salah satu ahli seni Gorontalo untuk mengajarkan berbagai kesenian khas daerah Gorontalo kepada keluarga dan kerabatnya di Jakarta.

Tidak tanggung-tanggung, setelah tampil di banyak kegiatan, almarhumah Annie Nento Gobel dan tim pernah diundang ke Istana Kepresidenan untuk menampilkan kesenian khas Gorontalo.

Pada 1962, ketika Presiden Soekarno menugaskan Thayeb Gobel untuk ikut serta menyukseskan pesta olah raga bangsa Asia yaitu Asian Games IV di Jakarta dengan membuat 10.000 televisi hitam putih pertama di Indonesia, almarhumah Annie Nento Gobel selalu setia mendukung suaminya yang tengah sibuk tanpa banyak mengeluh.

Wafat pada usia 37 tahun, almarhumah Annie Nento Gobel merupakan sosok wanita yang selalu berjuang dan rela berkorban demi menjaga rumah tangganya selalu damai, tenteram, dan sejahtera di tengah pasang surut perusahaan Gobel.

Seperti ketika perusahaan sedang mengalami penurunan pascaperistiwa G30S/PKI, almarhumah Annie Nento Gobel rela menjual perhiasannya untuk menggaji karyawan.

"Kami adalah putra daerah Gorontalo, kami selalu dididik untuk selalu fokus dan bekerja keras dalam segala hal, termasuk membangun daerah asal kami, Gorontalo.

Hal ini merupakan bagian dari perjuangan untuk membangun bangsa.

Kita tidak boleh berhenti apalagi masih banyak yang harus kita perjuangkan untuk kemajuan Gorontalo dan Indonesia," ujar Rachmat Gobel, Komisaris Panasonic Gobel Group, di sela-sela kegiatan zikir dan doa bersama, Minggu.

Panasonic Corporation merupakan salah satu pemimpin dalam pengembangan teknologi elektronik di dunia, baik untuk konsumen rumah tangga, bisnis, industri, serta perlengkapan pribadi.

Sejak didirikan pada 1918, Panasonic telah dan memiliki lebih dari 500 perusahaan konsolidasi di seluruh dunia.

Berkomitmen untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen melalui inovasi teknologi di segala bidang, Panasonic mendukung terciptanya kehidupan dan dunia yang lebih baik bagi konsumennya.

Di Asia Pasifik, Panasonic muncul pertama kali dengan mendirikan pabrik pertamanya di Thailand pada 1961.

Di Indonesia sendiri, Panasonic memiliki sejarah yang sangat panjang dan melekat di hati semua rakyat Indonesia.

Dimulai dengan kehadiran radio ‘Tjawang’ oleh almarhum Thayeb Mohammad Gobel pada 1954, TV pertama di 1962, hadirnya merek National di 1970, sampai pada akhirnya mengganti nama National dan menggunakan nama Panasonic di 2004.

Hingga saat ini, Panasonic di Indonesia tetap merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari audio visual, kamera, AC, kulkas, mesin cuci, dan lainnya. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya