Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH meraih prestasi Akreditasi A, Universitas Yarsi melalui Fakultas Kedokteran kembali mengukir prestasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah III DKI Jakarta Kementerian Riset, Teknologi, dan PendidikaN Tinggi 2018.
Penghargaan itu diberikan kepada dua pengajar FK Universitas Yarsi mendapat predikat dosen berprestasi tingkat LL Dikti. Mereka ialah Rika Yuliwulandari terpilih sebagai pemenang pertama kategori sains dan teknologi. Sedangkan kategori sosial dan humaniora diraih Nurul Huda.
Kedua dosen terbaik FK Universitas Yarsi tersebut terpilih secara ketat bersaing dengan 300 dosen lain dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
LL Dikti III yang sebelumnya bernama Kopertis III DKI Jakarta memberikan kriteria penilaian prestasi berdasarkan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan kepada dua dosen berprestasi ini diberikan oleh Kepala LL Dikti wilayah III Illah Sailah belum lama ini.
Rika Yuliwulandari ialah Dekan FK Universitas Yarsi. Melalui penelitannya tentang farmakogenomik dalam melihat peran genetik terhadap timbulnya efek samping obat, serta kerentanan genetik terhadap penyakit mikobakteri (mycobacterial diseases), seperti lepra dan tuberkulosis, selama bertahun-tahun.
Penelitian tersebut diarahkan pada aspek kerentanan genetik terhadap lepra, tuberkulosis dan hepatotoksisitas akibat obat tuberkulosis (TB) pada populasi di Indonesia.
"Penelitian tentang kerentanan genetik terhadap penyakit mikobakteri dan efek samping obat di Indonesia belum dilakukan secara komprehensif," ungkap Rika melalui keterangannya yang diterima, Senin (1/10).
Dengan begitu, penelitianya dinilai amat penting mengingat keragaman genetik dari penduduk Indonesia yang cukup besar. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut telah dituangkan dalam bentuk publikasi ilmiah internasional, kit deteksi genetik, buku ajar, paten, dan hak cipta serta berbagai kolaborasi penelitian baik tingkat nasional maupun internasional.
Rika mengutarakan ia juga memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik.
Untuk tahun ini pertama kali kategori sosial dan humaniora turut dinilai dalam pemilihan dosen berprestasi yang digelar sejak 2004, pemenang yang muncul selalu dari bidang sains dan teknologi.
Adapun para pemenang dosen berprestasi tingkat LL Dikti akan menjadi wakil dalam pemilihan dosen berprestasi tingkat nasional yang akan dimulai sejak awal Oktober tahun ini. Sedangkan pengumumannya dijadwalkan akhir Oktober 2018. (RO/OL)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved