Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agama Lukman Hakim Syaifuddin dijadwalkan akan menghadiri puncak acara Hari Ulang Tahun ke-70 Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) di Tanah Papua, Minggu (30/9) besok.
"Kami sudah mendapat konfirmasi Bapak Menteri Agama akan hadir sebagai utusan Bapak Presiden. Tentu saja, kami berbahagia karena momentum ini amat bersejarah bagi jemaat GP dI di Tanah Papua," kata Ketua Panitia HUT ke-70 GPDI di Tanah Papua, Boy Markus Dawir, dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (29/9).
Boy menjelaskan, GPDI memiliki sejarah unik sebagai gereja penjaga NKRI di Tanah Papua.
"Gereja ini memang memiliki akar sejarah yang amat khas karena Gereja inilah yang pertama yaitu pada 1948 memakai nama Indonesia saat Papua atau Irian Barat ketika itu belum bergabung ke pangkuan NKRI. Sehingga sering juga dianggap sebagai Gereja jangkar NKRI di Papua," ungkap Boy.
Tentang GPDI jelas Boy, masuk ke tanah Papua, tepatnya di Kota Sorong pada 30 September 1948. Kabar Injil Api Pantekosta tersebut dibawa oleh Pendeta Jonathan Itaar dari Tanah Minahasa. Setelah 70 tahun, GPDI di tanah Papua sudah berkembang ke 29 Kabupaten dan Kota di Papua dengan jumlah umat sebanyak 118 ribu dengan 66 wilayah dan kini dipimpin oleh Ketua Majelis Daerah Pendeta Timotius Dawir.
"Sejarah juga mencatat dengan baik bagaimana para Pendeta GPDI terlibat secara aktif dalam proses pembebasan Irian Barat ke NKRI dan lagi Gereja ini sudah lebih dulu gunakan nama Indonesia meskipun Irian Barat saat itu belum masuk NKRI," sambung Boy.
Mengambil tema 'Renew Strength and Move', berbagai rangkaian acara sudah dimulai sejak 21 September 2018 dengan berbagai acara lomba, parade pentekosta, pembekalan materi tentang hubungan pemerintah dengan rakyat, aksi donor darah sampai puncak acara 30 September yang akan digelar di Kampus Universitas Cenderawasih, Jayapura. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved