Artotel Thamrin-Jakarta Gelar Pameran Seni Fotografi Fesyen

Micom
29/9/2018 08:00
Artotel Thamrin-Jakarta Gelar Pameran Seni Fotografi Fesyen
(Ist)

ARTOTEL Thamrin–Jakarta menyelenggarakan Pameran Seni Fotografi Fashion bekerja sama dengan Atreyu Moniaga Project dengan judul 'Chrysalis pada 27 September hingga 21 Oktober 2018 bertempat di Artspace, Lantai Mezanine, Artotel Thamrin, Jakarta.

Atreyu Moniaga Project merupakan komunitas seni yang memiliki program inkubasi tahunan ilustrasi dan fotografi untuk para seniman muda. Pameran ini menampilkan koleksi karya seniman-seniman fotografi muda antara lain Rapha Lisa, Nathanael Moss, dan Yon Beni sebagai generasi kelima dalam kelas ST/Art, program inkubasi fotografi Atreyu Moniaga Project.

Kumpulan karya dari masing-masing seniman menceritakan tentang proses kehidupan. Bahwa setiap kehidupan selalu ada awal yang baru, sebuah peluang, dan pengembangan diri, khususnya dalam proses fotografi yang dikerahkan oleh ketiga seniman terhadap pameran 'Chrysalis'.

Pada pameran ini, Atreyu Moniaga Project juga berkolaborasi dengan berbagai professional industri fotografi yang di antaranya Persona Management dan Nin Djani sebagai Editor in Chief dalam pembuatan Artbook pameran 'Chrysalis'.
 
Karya dalam pameran 'Chrysalis' memiliki beragam latar belakang cerita yang disampaikan oleh ketiga seniman ini, antara lain:
1. Rapha Lisa
Membuat delapan editorial fesyen bertajuk 'Memento Mori' yang menceritakan tentang cara ia mengatasi ketakutannya terhadap kematian melalui sosok psychopomps, para pencabut nyawa yang indah, dengan penggabungan fesyen, mitologi, dan lanskap.

2. Yon Beni
Melalui enam seri fotografi fine art documentary, Ia mengajak kita untuk memandang model sebagai manusia dengan cara yang jujur, tulus, dan melankolis melalui karyanya yang disebut 'Revelare'.

3. Nathanael Moss
Membuat sebuah editorial fesyen yang menceritakan tentang lima sahabat yang kabur dari sebuah pesta yang tidak menyenangkan dan melanjutkan pesta sepanjang perjalanan, stasiun, dan tempat-tempat ikonik di Kota Jakarta dalam 'Suck Party'.

Dicky Panjaitan, Operation Manager Artotel Thamrin-Jakarta, mengatakan, melalui pameran fotografi 'Chrysalis', pihaknya ingin kegiatan pameran fotografi yang diselenggarakan menjadi sebuah wadah berkumpul dalam mengeskplorasi karya seni, bagaimana pengalaman-pengalaman yang terjadi di dalam hidup seniman-seniman muda ini bisa diartikan  menjadi sebuah karya visual fotografi yang indah.

"Sesuai dengan visi-misinya, Artotel Thamrin–Jakarta akan terus memberikan inspirasi bagi para tamu hotel dengan menyelenggarakan pameran-pameran seni seperti ini," katanya dalam keterangannya, Jumat (28/9).

Pihaknya pun berharap melalui pameran ST/Art V 'Chrysalis' orang-orang bisa mengetahui bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu.

"Rapha, Nathan, dan Beni sebelumnya pernah berusaha dan mengalami ketidakpuasan dalam proses pembuatan karya, sampai akhirnya saat ini mencoba untuk lebih baik lagi. 'Chrysalis' menggambarkan sebuah tahap pengkristalan dalam kepompong ini, menjadi sebuah tema yang tepat untuk mendeskripsikan bahwa seseorang tidak perlu sungkan untuk memulai kembali. Cause there always be a way for them who actually trying. It's never too late to try," ujar Atreyu Moniaga, selaku Founder Atreyu Moniaga Project. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya