Butuh Rp500 Triliun untuk Bali Baru

(Ind/H-3)
27/9/2018 07:45
Butuh Rp500 Triliun untuk Bali Baru
( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/)

PENGEMBANGAN 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) sebagai 'Bali Baru' dalam periode 2019-2024 membutuhkan investasi dan pembiayaan sebesar Rp500 triliun.

Ke-10 'Bali Baru' itu yakni Danau Toba (Sumut), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Pulau Komodo (NTT), Borobudur (Jateng), Bromo Tengger Semeru (Jatim), Mandalika (NTB), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Pulau Morotai (Maluku Utara).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, tiga isu kebutuhan pembiayaan yang diperlukan untuk itu ialah pembiayaan pembangunan 10 DPP, usaha homestay (2018-2019), serta usaha mikro kecil (UMK) pariwisata (KUR khusus pariwisata).

Untuk pengembangan 'Bali Baru' itu dibutuhkan setidaknya 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 marina, dan 100 kawasan ekonomi khusus (KEK), serta 100.000 home stay.

"Untuk home stay membutuhkan investasi Rp2 triliun dan UMK pariwisata Rp25 triliun," kata Menpar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III 2018 di Jakarta, kemarin.

Tahun ini jumlah pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pariwisata tercatat sebanyak 6,7 juta pelaku usaha. Menpar mengatakan akan menerbitkan peraturan terkait KUR khusus pariwisata bulan ini.

Ia juga mendorong pengembangan home stay via program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kontribusi sektor pariwisata pada Semester I/2018 cukup baik dengan pertumbuhan 35,7%.

Deputi Perencanaan, Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibyo menyebut, selama ini kendala utama yang menghambat percepatan investasi di sektor pariwisata ialah perizinan di daerah. Misalnya, untuk membangun penginapan, hotel, ataupun home stay. Ia pun meminta para kepala daerah mempercepat perizinan di 10 DPP.

Pemerintah menetapkan pariwisata sebagai sektor andalan dalam menghasilkan devisa. Pada 2019, target devisa yang didapat mencapai US$20 miliar yang diperoleh dari kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan Nusantara.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya