Imunisasi MR Diperpanjang

Putri Anisa Yuliani putri.anisa@mediaindonesia.com
27/9/2018 07:15
 Imunisasi MR Diperpanjang
(MI/PALCE AMALO )

KEMENTERIAN Kesehatan memperpanjang masa imunisasi measles rubella (MR) sampai 31 Oktober 2018 dari rencana semula hingga akhir September. Sebanyak 28 provinsi di luar Pulau Jawa yang sedang melaksanakan imunisasi MR diminta memanfaatkan kesempatan tersebut agar target cakupan imunisasi tercapai.

Demikian antara lain surat Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek yang ditujukan kepada 28 gubernur yang tengah melaksanakan imunisasi MR. Menurut Menkes, berdasarkan masukan dari Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI), cakupan imunisasi yang mampu memberikan kekebalan kepada masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan minimal 95% dari jumlah sasaran di setiap wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan imunisasi MR dapat mencari informasi dengan menghubungi kader kesehatan, puskesmas, posyandu, dan pos imunisasi setempat untuk mendapatkan informasi waktu pelaksanaan imunisasi MR," kata Menkes.

Ia mengungkapkan, secara nasional rata-rata cakupan imunisasi MR di Indonesia saat ini baru mencapai 51,05%. Angka tersebut masih jauh di bawah target, yakni 95% dari seluruh sasaran.

Menkes menyebutkan, hingga kini provinsi dengan cakupan imunisasi tertinggi ialah Papua Barat sebesar 91,83%, disusul Bali 87,47%. Angka tersebut diperoleh berdasarkan data laporan provinsi kepada Kemenkes sampai 24 September lalu.

Sebaliknya, provinsi yang capai-an imunisasinya paling rendah ialah Aceh yang hanya 4,94%. Provinsi lain yang pencapaian imunisasinya masih di bawah rata-rata nasional, yaitu Riau (26,70%), Sumatra Barat (27,30%), Nusa Tenggara Barat (37,47%), Kalimantan Selatan (38,61%), Sumatra Utara (39,50%), Bangka Belitung (40,64%), Kepulauan Riau (43,31%), Kalimantan Utara (49,51%), dan Sumatra Selatan (50,76%).

Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Anung Sugihantono mengungkapkan, dengan masih rendahnya ca-kupan imunisasi MR di sejumlah provinsi, hingga kini baru 16.650.806 anak yang diimunisasi, atau hanya 52,09% dari target 30 juta anak.

Libatkan ulama

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai salah satu daerah dengan cakupan imunisasi MR tergolong rendah, yakni baru 40%, akan memaksimalkan pelaksanaan imunisasi dan mendorong masyarakat agar semakin paham sekaligus membawa anak-anak mereka untuk diimunisasi MR.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso, mengungkapkan rendahnya ca-kupan imunisasi MR di wilayahnya terutama terjadi pada 10 dari 24 kabupaten/kota. Bahkan salah satu kabupaten di antaranya dinyatakan darurat lantaran capaian imunisasinya hanya 15%, yakni Kabupaten Barru.

"Daerah lain yang masih rendah capaian imunisasi MR-nya ialah kabupaten Gowa (29,3%), Palopo (33,7%), Maros (33,8%), Sinjai (33,3%), Parepare (28,9%), Bulukumba (42,2%), Makassar (45,0%), Enrekang (50,2%), dan Selayar (51,4%)," ujarnya.

Baso mengatakan, dengan diperpanjangnya pelaksanaan imunisasi MR, pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi dengan melibatkan sebagian besar ulama senior dan ulama dari pondok pesantren guna membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat di sana tentang pen-tingnya imunisasi. (LN/H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya