Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 12 negara di Asia dan Australia berkumpul dalam Sidang Umum Badan Te-naga Atom Internasional atau Atomic Energy Agency (IAEA) ke-62 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, kemarin. Peran teknologi nuklir dalam memberikan solusi dampak perubahan iklim menjadi isu hangat yang mengemuka.
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, teknologi nuklir telah dimanfaatkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk memprediksi perubahan iklim di masa mendatang.
Teknologi nuklir mampu melakukan kajian perubahan iklim masa lampau (paleo-climate) dengan analisis isotop dalam terumbu karang (koral), sedimen laut, dan danau. Terumbu karang dan sedimen dapat menyimpan informasi hingga ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
“Perubahan iklim merupakan masalah serius bagi Indonesia. Teknik nuklir dan isotop dapat membantu dalam melakukan analisis serta dampaknya pada pemangku kebijakan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, setiap negara anggota menyampaikan laporan kemajuan terhadap penelitian yang dilakukan setelah dimulainya project Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) Climate Change di 2017 lalu.
FNCA sendiri beranggotakan Bangladesh, China, Indonesia, Japan, Kazakshtan, Korea, Malaysia, Mongolia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, ditambah dengan Australia.
Saat ini, setiap negara peserta sedang membuat rencana kerja selama empat tahun ke depan. Perwujudan FNCA project ini antara lain telah dilakukan kerja sama antara Batan dan Okayama University, Jepang. Mereka menganalisis isotop stabil pada sampel terumbu karang dari Indonesia di Okayama University.
Kerja sama juga dilakukan Pasca-sarjana UNDIP dengan ANSTO tentang sediment dating. Di tingkat nasional, Batan dan Undip bekerja sama dalam meneliti perubahan iklim di Telaga Warna Dieng. (HT/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved