Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INFEKSI bakteri yang resisten terhadap antibiotik telah menyebabkan kematian terhadap sekitar 135 ribu orang di Indonesia. Selain itu, 75% pasien di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit di Indonesia diperkirakan meninggal akibat infeksi bakteri resisten.
Resistensi bakteri terhadap antibiotik terjadi karena penggunaan antibiotik di Indonesia yang belum sepenuhnya benar. Antibiotik digunakan secara berlebihan dan sering kali tanpa didasari diagnosis yang pasti. Misalnya, antibiotik digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan infeksi virus, padahal antibiotik hanya untuk mengobati infeksi bakteri.
Hal itu dikatakan Ketua Komite Pengendalian Resis-tensi Antimikroba Kementerian Kesehatan, dr Harry Parathon SpOG(K), dalam diskusi Mengenal Bakteri dan Risikonya terhadap Kesehatan yang digelar Kalbe Group melalui anak perusahaanya, PT Enseval Medika Prima di Jakarta, Senin (24/9).
“Penting sekali dokter harus melakukan tes diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit apakah sakit pasien disebabkan oleh virus atau bakteri sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat. Penegakan diagnosis (sebelum meresepkan antibiotik) akan kita kembangkan untuk masa depan kedokteran kita,” kata Harry.
Proses penegakan diagnosis memang memerlukan biaya yang mahal. Tetapi, berdasarkan penelitian, biaya keseluruhan perawatan penyakit menjadi lebih rendah dan hasil pengobatan pun lebih baik. Sebuah penelitian di Surabaya menunjukkan, dokter yang menggunakan sarana laboratorium dalam penegakan diagnosis pasien menyebabkan komponen biaya laboratoriumnya makin tinggi, tetapi biaya penggunaan antibiotik makin kecil dan durasi perawatan pasien di rumah sakit makin pendek.
Harry juga mengingatkan pasien harus cerdas dalam penggunaan antibiotik. Pasien berhak bertanya kepada dokter mengenai obat-obatan yang diresepkan dan dokter wajib memberi informasi serta memberikan edukasi kepada pasien.
“Perlu diperhatikan juga bahwa rumah sakit merupakan sumber bakteri paling banyak dan petugas kesehatan sangat berpengaruh terhadap penyebaran bakteri. Maka itu, semua petugas kesehatan dan pasien diwajibkan cuci tangan sebelum dan setelah melakukan tindakan pada pasien,” imbuhnya. (*/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved