Jokowi Bernostalgia dengan Alumnus UGM

Rudy Polycarpus
22/9/2018 18:35
Jokowi Bernostalgia dengan Alumnus UGM
: Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berdialog dengan sejumlah alumni UGM pada acara reuni akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Sabtu (22/9/2018).(ANTARA/Dhemas Reviyanto)

AJANG reuni Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menjadi ajang bagi Presiden Joko Widodo mengenang masa mudanya bersama para alumni yang hadir di Jakarta Convention Center, pada Sabtu (22/9).

Salah satu kebiasaan mahasiswa UGM yang dikenang Jokowi ialah berutang di warung makan karena belum menerima uang bulanan dari orangtua. Tempat favorit untuk berutang makan bagi anak UGM ialah warung sego pecel (SGPC) Bu Wiryo yang berlokasi tidak jauh dari kampus.

Namun, saat menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi mengaku tidak pernah makan di SGPC karena terhitung mahal untuk koceknya. Ia memilih berutang di warung lain yang lebih murah.

"Coba yang pernah ngutang di SGPC maju, saya mau lihat yang sering ngutang. Karena saya terus terang, saya nggak pernah makan di SGPC, soalnya mahal buat saya,” ujar Jokowi yang disambut tawa para alumni UGM.

Kemudian, Jokowi berdialog dengan tiga alumnus UGM yang mengaku kerap berutang di warung makan kampus. Mereka merupakan alumnus Fakultas Arkeologi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, dan Fakultas Kedokteran.

Widodo, mahasiswa FISIP angkatan 1986 menceritakan pada zamannya, mahasiswa UGM yang rutin berutang di kantin kampus masing-masing memiliki buku.

"Jadi kalau mau ngutang, bukunya diisi. Sampai lulus pun saya masih punya utang. Ketika saya sudah punya gaji, saya kembali ke sana untuk membayar," ujarnya sembari tertawa.

Kisah lainnya datang dari Faisal, alumnus kedokteran UGM. Ia bahkan mengaku pernah mampir ke warung SGPC Bu Wiryo dan membayarnya tidak sesuai dengan pesananya.

"Saya pernah ngambil lima bayar dua," kata Faisal. Pernyataan itu sontak membuat Jokowi tertawa bersama alumnus UGM lainnya.

"Saya perlu ingatkan kepada Bapak/Ibu sekalian yang ambil 5 tapi bayar 2 tolong dibayar sekarang. Itu di akhiratnya hati-hati nanti," timpal Presiden.

Jokowi sempat heran karena anak kedokteran juga pernah utang beli makanan. Faisal mengaku ayahnya sudah meninggal saat kuliah. Ia pun tinggal di asrama.

"Kiriman suka telat," tandasnya.

Adapun Fajar Nugroho, mahasiswa jurusan Arkeologi UGM angkatan 1988 mengaku saking sedikitnya kiriman orang tuanya, untuk menu nasi dan telur saja ia harus mengutang.

"Kalau duitnya ngepas makan pakai kerupuk, jangan pakai telur," canda Jokowi yang kembali mengundang tawa.

Di akhir sesi, Jokowi meladeni permintaan foto dari ketiga alumbhs tersebut. Mensesneg Pratikno juga mendadak jadi juru foto karena kamera ponsel milik Faisal tak kunjung berfungsi.

Ajang reuni ini bertemakan 'Guyub Rukun Kini dan Nanti'. Turut hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga merupakan Ketua PP KAGAMA.

Sejumlah pejabat juga hadir dalam acara ini seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tampak pula pengacara senior Otto Hasibuan. Para alumni kompak mengenakan baju putih. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya