Penanganan Trauma Anak Korban Gempa Lombok Diprioritaskan

Dhika Kusuma Winata
22/9/2018 10:10
Penanganan Trauma Anak Korban Gempa Lombok Diprioritaskan
(MI/Pius Erlangga)

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, mengunjungi dan berdialog dengan anak-anak dan perempuan korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Yohana mendatangi dua titik pengungsian yakni di Desa Beririjarak, Lombok Timur dan Desa Pemenang, Lombok Utara, Jumat (21/9).

Didampingi Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah, Yohana mengatakan kunjungannya untuk memantau dan memastikan kebutuhan anak-anak dan perempuan di pengungsian terpenuhi.

Menurutnya, upaya rehabilitasi terhadap perempuan dan anak yang mengalami gangguan psikologis akibat bencana gempa saat ini diprioritaskan dan terus dilakukan. Pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas PPPA Provinsi NTB untuk menyediakan layanan tersebut.

"Saat ini kami akan fokus pada upaya penanganan perempuan dan anak yang mengalami trauma pascabencana. Tenda ramah perempuan dan anak telah disiapkan guna memberikan layanan trauma healing," tutur Yohana.

Dalam kondisi bencana, lanjutnya, anak mengalami kerentanan secara psikologis karena berbagai aktivitasnya terhambat seperti pendidikan dan hak bermain.

"Meski sekolah dan rumah ada yang mengalami kerusakan tetapi anak-anak harus tetap semangat belajar. NTB harus bangkit," ujarnya.

Adapun perempuan mengalami peningkatan kerentanan yang salah satunya disebabkan hal kodrati perempuan (melahirkan, menyusui, menstruasi, dan hamil). Hal itu dapat menimbulkan dampak, di antaranya menurunnya kesehatan ibu dan anak, sulitnya proses menyusui karena ibu mengalami depresi, minimnya kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, serta perempuan yang mengalami menstruasi.

Sejak 3 Agustus lalu, Menteri Yohana telah menginstruksikan jajarannya untuk membentuk tim perlindungan perempuan dan anak korban bencana gempa bumi. Tim tersebut diamanatkan untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan spesifik serta pelayanan pemulihan trauma.

Dalam kesempatan itu, Yohana secara simbolis juga memberikan bantuan di tenda pengungsian berupa kebutuhan susu bagi ibu hamil dan alat sekolah anak. Sejak Agustus, Kementerian PPPA telah memberikan bantuan dalam empat tahap berupa pakaian layak pakai, selimut, kebutuhan bayi (diapers, sabun, biskuit bayi, susu UHT, bedak), makanan, mainan edukatif, paket bantuan untuk sekolah (tas, buku tulis, buku Iqra, peralatan tulis), dan alat salat perempuan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya