Mahasiswi Untar Juarai Kompetisi Nasional Kemenristekdikti di Bali

Syarief Oebaidillah
21/9/2018 21:55
Mahasiswi Untar Juarai Kompetisi Nasional Kemenristekdikti di Bali
(ist)

UNIVERSITAS Tarumanagara Jakarta mengukir prestasi nasional dengan menyabet juara pertama Marketing Plan Competition di Manajemen Week 2018 yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kegiatan yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana tersebut berlangsung pada 13-16 September 2018, di Denpasar, Bali.

Keberhasilan tersebut diukir ketiga mahasiswi Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Untar melalui tiga delegasi mahasiswa andalan yakni Sherly Marcheline, Verena Sandra Esmeralda, dan Velia Melisandra.

Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan, menjelaskan, kompetisi ini merupakan kompetisi tingkat nasional yang memperebutkan piala tetap dan bergilir dari Kemenristekdikti. Tim Manajemen Fakultas Ekonomi Untar berhasil menjadi juara pertama, mengungguli beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Univertas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Negeri Semarang, dan tuan rumah Universitas Udayana.

Dengan prestasi itu, mahasiswi FE Untar berhak mendapatkan piala tetap dan bergilir dari Kemenristekdikti. Adapun pemenang kedua diraih Universitas Prasetiya Mulya, diikuti UGM. Sementara ITB meraih harapan pertama.

Agustinus menyatakan, dengan prestasi mahasiswi Untar tersebut, semakin memperkuat reputasi Untar sebagai perguruan tinggi yang menerapkan nilai kewirausahaan atau entrepreneurship.

"Memang mahasiswa Untar kebanyakan berasal dari keluarga yang berwirausaha sehingga 70% mahasiswa kami telah memiliki usaha sejak kuliah dengan beragama usaha dan startup melalui berbisnis kuliner, dan lain-lain," kata Agustinus didampingi tim FE Untar di Jakarta, Jumat (21/9).

Manajer Kemahasiswaan FE Untar, Andi Wijaya, menambahkan bahwa kompetisi yang bertema 'Be A Part of Economic Growth in Millenial Era' itu, menantang mahasiswa secara kreatif menuangkan ide dan pengetahuan dalam bidang strategi dan pemasaran. Kegiatan ini para peserta disimulasikan sebagai seorang konsultan pada sebuah perusahaan yang memproduksi cokelat.

Andi menjelaskan, panitia lomba dari Kemenristek Dikti dan Udayana melontarkan kasus bagi peserta lomba guna dipecahkan dengan menggunakan strategi manajemen, dan pemasaran yang telah dipelajari selama di bangku kuliah. Adapun kasus yang diberikan berupa persoalan salah satu produk cokelat premium 'POD' yang menjadi salah satu kuliner oleh-oleh dari Bali.

"Kasus yang harus diberi jalan keluar ini merupakan kasus nyata yang terjadi di perusahaan cokelat yang mengalami masalah kurang diminati dan kurang laris di pasaran," ungkap Andi.

Selanjutnya, kasus ini dibedah dan dituangkan solusinya dalam sebuah proposal. Tim Untar kemudian menelisik dan mencari penyebab mengapa produk cokelat ini kurang laris, kendati produk asli dari Pulau Dewata.

Anggota tim Manajemen FE Untar, Sherly Marcheline, sebagai peserta lomba memberi dan menawarkan solusi dengan membuat lini produk baru yang dapat menyasar pasar bawah, namun dengan produk yang tetap premium. Dan proposalnya mendapat sambutan positif serta tidak menyangka presentasi dan praktek diferensiasi produk POD yang dibuat tim nya berhasil meraih juara pertama.

"Terus terang kami tidak menyangka dan surprised berhasil juara mengalahkan kompetitor kami dari perguruan tinggi yang hebat bahkan ada yang sudah menjuarai tingkat internasional," cetus mahasiswi yang mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 ini. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya