Orang Utan Tapanuli Terancam Kawin Sedarah

(Dhk/H-3)
21/9/2018 04:30
Orang Utan Tapanuli Terancam Kawin Sedarah
(MI/FATHURROZAK)

PROYEK Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dinilai bakal mengancam keberlangsungan orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Mereka akan terisolasi dan terancam kawin sedarah (inbreeding).

Saat ini populasi orang utan tapanuli­ terdapat di blok barat (500-600 individu), di blok timur (160 individu), dan di Cagar Alam Sibual-buali (30 individu). Pembangunan PLTU di kawasan areal penggunaan lain (APL) berpotensi memisahkan area habitat blok barat dan Cagar Alam Sibual-buali. Infrastruktur tersebut berupa jalan akses sepanjang 20 kilometer dan pembuatan jalur transmisi sepanjang 13,8 kilometer.

“Kalau terus terisolasi, itu bisa mempercepat kepunahan. Dikhawatirkan akan terjadi pengembangbiakan sedarah sehingga mengan­cam keragaman genetik dan keberlangsungannya di masa mendatang,” kata Ketua Forum Konservasi Orang Utan Sumatra (Fokus), Kusnadi Oldani­, di Jakarta, Kamis (20/9).

Orang utan tapanuli baru dides­kripsikan sebagai spesies tersendiri pada November 2017 berdasarkan studi peneliti. Ekosistem Batang Toru merupakan satu-satunya habitat orang utan yang jumlahnya diperkirakan hanya 800 ekor itu. “Populasi blok timur dan Sibual-buali pasti akan punah apabila tidak dapat dihubungkan kembali dengan blok barat,” imbuhnya.

Karena itulah, Wahana Lingkungan­ Hidup Indonesia (Walhi) melayangkan gugatan kepada Gubernur Sumatra Utara selaku pemberi izin proyek PLTA.

Manajer Kajian Hukum Walhi Sumut, Golfrid Siregar, mengatakan sidang gugatan di PTUN Medan itu tengah berproses. Walhi meminta proyek PLTA bisa dihentikan. ”Kami berharap putusan sela majelis hakim,” ucap Golfrid.

PLTA Batangtoru termasuk Infrastruktur Strategis Ketenagalistrikan Nasional sebagai bagian dari Program 35.000 megawatt (Mw).

Direktur Konservasi Keaneka­ra­gam­an Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia menegaskan pihaknya telah mengirim tim khusus untuk memantau dan menjamin agar orang utan tapanuli­ tidak terganggu pembangunan PLTA. “Pembangunan harus tetap akan mempertahankan kelestarian satwa,” sebut Indra. (Dhk/H-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya