El Nino, Karhutla Diwaspadai

Dhika Kusuma
20/9/2018 06:20
El Nino, Karhutla Diwaspadai
(ANTARA)

FENOMENA alam El Nino diprakirakan melanda wilayah Indonesia pada September-November. Meski intensitasnya lemah, musim hujan akan terpengaruh dan mundur sehingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diwaspadai.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan dampak El Nino membuat musim kemarau masih akan berlanjut. Musim hujan diperkirakan terlambat dari biasa-nya dan baru akan terjadi pada Oktober.

Meski begitu, lanjutnya, dampak El Nino diperkirakan tidak akan sehebat pada 2015. El Nino ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan berimbas cuaca di Indonesia menjadi lebih kering.

"Di awal 2019 diperkirakan, dengan semakin aktifnya monsun baratan akan lebih mendominasi terjadinya variasi musim bila dibandingkan dengan pengaruh El Nino. Fenomena El Nino diprediksi kembali netral di awal 2019," ujarnya, kemarin.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan mengungkapkan, peluang aktifnya El Nino lemah saat ini sebesar 70%. Pihaknya akan terus memantau perkembangannya. "Bila hingga akhir Maret 2019 (El Nino) masih tampak, harus waspada untuk musim kemarau pada tahun depan yang berpeluang lebih kering," ucapnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mewaspadai El Nino karena fenomena alam tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Panjaitan mengatakan kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan di lapangan dilakukan melalui patroli terpadu di sejumlah provinsi yang rawan karhutla, di antaranya di Provinsi Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Kemarau yang masih akan berlanjut ini menuntut kesiapsiagaan semua pihak dalam upaya penanggulangan karhutla. Manggala Agni KLHK terus melakukan patroli terpadu dan siaga menghadapi setiap potensi karhutla, terutama pada musim kering ini," ujarnya.

 

Tanpa bakar

Untuk menanggulangi karhutla, sejumlah kementerian dan lembaga segera menyosialisasikan teknik pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) secara nasional. Kasubdit Sarana dan Prasarana Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Agus Harianta mengatakan pada Oktober mendatang akan ada workshop khusus PLTB dengan sejumlah kementerian/lembaga yang selama ini secara sendiri-sendiri menyosialisasikan teknik bertani tanpa bakar ini.

Sementara itu, Provinsi Jambi saat ini masih berstatus siaga darurat karhutla. Komandan Satuan tugas (Dansatgas) Karhutla Jambi yang juga Danrem 042 Gapu Kolonel Inf Deny Budiyanto mengatakan, meskipun dalam beberapa pekan terakhir sebagian wilayah Jambi dilanda hujan, tim satgas terus melaksanakan siaga darurat karhutla.

Kebakaran masih melanda lahan di beberapa wilayah, di antaranya di Kabupaten Bungo. Tim penanggulangan karhutla pada Selasa (18/9) sore hingga malam berusaha memadamkan kebakaran pada lahan yang berada dekat kawasan Bandara Muara Bungo. (SL/Ant/H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya