Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAMPIL cantik di momen penting dalam kehidupan, seperti menikah atau wisuda tentunya menjadi impian perempuan. Apalagi, berbalutkan gaun atau kebaya buatan desainer terkenal Indonesia. Sayangnya, harganya cukup fantastis dan hanya terjangkau bagi kalangan menengah atas.
Di satu sisi, tidak bisa setiap saat mengenakannya, misalnya, kebaya pernikahan, hanya dikenakan satu kali. Selanjutnya, hanya tergantung di lemari. Sementara itu, sebagian orang ingin mengenakan di hari penting mereka, tapi tidak sanggup membelinya.
Pengalaman itu pun dialami Arini Astari saat jelang pernikahannya. Ia melihat gaun pernikahan sangat glamor dan cantik, tapi harganya mahal. Ia sempat terpikirkan menyewa kebaya, tapi harga sewanya hampir sama dengan membeli baru. Pasalnya, harga sewa perdana bisa mencapai 80% harga gaun.
Sementara itu, penyewaan gaun pernikahan dari perancang ternama di Amerika Serikat harganya lebih murah, yakni 10% dari harga beli gaun tersebut. Melihat semua itu, Arini Astari dan Bondan Herumurti (suaminya), melihat ada kesempatan usaha dan awal lahirnya Belsbee. Belsbee ialah platform daring yang menyewakan berbagai gaun dan kebaya untuk kebutuhan pesta, wisuda, atau pernikahan yang dibentuk para desainer Indonesia. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau masyarakat. Apalagi, sasaran pasarnya untuk usia 18 tahun hingga 30 tahun.
Berdiri pada 2014, Arini yang berlatar belakang jurusan IT memberanikan diri menghubungi para perancang mode itu untuk membantunya membentuk platform ini. Pasalnya, Arini tidak mengenal para desainer Indonesia. Melalui metode door to door, Arini terus berupaya. Tak jarang ia mendapatkan penolakan dari proposalnya.
"Kita visinya itu ialah menyewakan baju desainer itu secara ekonomis. Kita ingin baju desainer itu bisa dinikmati semua kalangan. Zaman sekarang itu karena bajunya mahal, jadi cuma bisa dinikmati kalangan atas. Kita itu visinya, ya, ingin memperkenalkan karya desainer Indonesia ke kalangan menengah," ungkap perempuan berusia 27 tahun itu saat ditemui Media Indonesia di Jakarta, pada Senin (10/9).
Media sosial
Demi mewujudkan Belsbee, Arini mulai mengumpulkan baju-baju miliknya dan teman-temannya. Upaya pengumpulan gaun dan kebaya semakin terbantu dengan media sosial, seperti Instagram. Pada 2015, Belsbee akhirnya memiliki gudang untuk baju-baju desainer. Setahun kemudian ia berhasil membuka butiknya.
Saat ini sudah ada 56 desainer Indonesia yang tergabung di Belsbee, seperti Sebastian Gunawan, Patrick Owen, Biyan Wanaatmadja, Oddy Pranatha, Seyvia Charis, dan Asky Febrianti. Namun, tidak menutup gaun atau kebaya dari desainer junior juga.
"Kita punya visi juga, kita pengen menjadi tempat atau wadahnya anak-anak junior berkarya. Jadi, asalkan kualitasnya memang baik, bagus, itu tuh kita terima di Belsbee," ungkap Arini.
Arini mengaku mengkhususkan pada perancang busana asal Indonesia. Meski ada desainer luar negeri yang ingin bergabung, Arini menolaknya. Ia memiliki visi memperkenalkan karya para desainer Indonesia dan kreasi mereka tidak kalah dengan desainer internasional.
Saling menguntungkan
Kehadiran Belsbee juga memberi keuntungan bagi para desainer yang biasanya tidak menerima pinjaman. Melalui platform ini, mereka tidak perlu repot karena proses penyewaan sudah ditangani Belsbee. Di samping itu, 65% keuntungan dari penyewaan diberikan kepada desainer, sisanya untuk Belsbee. Belsbee juga yang bertanggung jawab mengenai pengiriman, dry cleaner, dan photoshoot.
Dengan range penyewaan mulai Rp300 ribu-Rp1,5 juta, bisa dibilang cukup terjangkau untuk semua kalangan. Harga tersebut pun sudah termasuk asuransi Rp20 ribu bila ada kerusakan ringan. Namun, bila ada kerusakan berat akan dibebankan biayanya ke penyewa.
Penghasilan yang didapatkan Belsbee bisa dibilang musiman. Pendapatan mereka akan meningkat bila banyak yang sedang mengadakan pesta pernikahan, wisuda, dan pesta lainnya. Tahun ini, Arini mengaku Belsbee bisa meraup pendapatan Rp300 juta sampai Rp400 juta per bulannya. Pemesanan pun bisa dikatakan sangat mudah, para pelanggan bisa memesan melaui website ataupun datang langsung ke butik Belsbee. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved