Genjot Infrastruktur Tekan Angka Kemiskinan

Syarief Oebaidillah
18/9/2018 21:00
Genjot Infrastruktur Tekan Angka Kemiskinan
(Ist)

TANTANGAN pembangunan infrastruktur yang dihadapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di antaranya mengatasi disparitas kawasan Barat dan Timur Indonesia, meningkatkan daya saing nasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi, serta mengeliminasi urbanisasi.

Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimuljono, mengemukakan hal tersebut pada seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), di Jakarta, belum lama ini. Seminar tersebut dihadiri 400 mahasiswa Pascasarjana Moestopo dari Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

Dalam kesempatan itu, Basuki Hadimuljono mengutarakan dampak positif pembangunan infrastruktur yang berhasil dicapai yakni sepanjang empat tahun membangun infrastruktur nasional berdampak pada kemiskinan yang menurun dari 11,1 % pada 2014 menjadi 9,28 % pada 2018.

"Hal ini kami kutip berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2018," cetus Menteri PUPR melalui keterangan yang diterima hari ini.

Menurut Basuki, sasaran pembangunan infrastruktur PUPR ialah konektivitas Nusantara yang meliputi jalan tol 1.000 kilometer, jalan nasional 2.650 kilometer, jembatan 30 kilometer, ketahanan air dan pangan mencakup 65 waduk, 1 juta jaringan irigasi, perumahan sebanyak 1 juta rumah, infrastruktur permukiman berupa air minum dan sanitasi yang layak.

Dikatakan, prinsip pembangunan infrastruktur berkelanjutan Kementerian PUPR ialah efisiensi biaya, perbaikan ekonomi lokal, pemersatu rakyat, dan ramah-perbaikan kualitas lingkungan.

Sementara Rektor Universitas Moestopo (Beragama), Prof Dr Rudy Harjanto, mengutarakan, kampusnya sengaja mengundang Menteri PUPR guna memberi transfer pengetahuan bagi para mahasiswa, agar mahasiswa terimbas positf pada pengalaman dan dedikasi serta semangat kebangsaan dari ketokohan Menteri PUPR tersebut.

"Kami terus berupaya mewarisi semangat Mayor Jenderal TNI Prof Dr Moestopo yang mendirikan lembaga pendidikan tinggi ini. Beliau merupakan ikon kebangsaan yang tertera pada kata 'beragama' pada nama universitas yang bermakna hidup dalam kebinekaan menuju masyarakat bangsa bermartabat," tegas Rudy seraya mengapresiasi pemerintah Indonesia yang belum lama ini sukses meraih prestasi di Asian Games 2018. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya