Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan bakal memperpanjang imunisasi measles dan rubella (MR) di luar Jawa yang saat ini tengah berjalan jika cakupannya tidak mencapai target 95%. Pasalnya, per 18 September, cakupan baru menyentuh 49,57%.
"Kita akan lanjutkan sampai targetnya tercapai. Mungkin memang karena ada penolakan cakupan jadi menurun," ujarnya dalam diskusi FMB9 di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (18/9).
Sejumlah provinsi yang tercatat rendah cakupannya ialah Aceh (7,08%), Riau (23,04%), Sumatra Barat (24,61%), NTB (29,37%), Bangka Belitung (33,75%), Kalimantan Selatan (33%), Sumatra Utara (35,32%), Kepulauan Riau (39,87%), dan Kalimantan Timur (44,18%).
Menurut data Kemenkes, total kasus campak 5 tahun terakhir sebanyak 57.056 kasus. Adapun kasus rubella selama lima tahun terakhir mencapai 1.660 kasus suspek rubella.
"Rubella gejalanya minim karena demamnya tidak terlalu khas. Karena itu penting sekali dicegah melalui imunisasi," tegasnya.
Nila mengatakan jika cakupan imunisasi kurang dari 95%, anak-anak dan dewasa khususnya di daerah yang tak mencapai target peluang penyebaran penyakit tersebut bakal lebih besar.
Imunisasi amat dibutuhkan untuk menciptakan kekebalan kelompok. Imunisasi di Pulau Jawa yang sudah mencapai target pada tahun lalu, lanjut Nila, mampu mendorong kejadian MR di Jawa menurun.
"Pada daerah yang masih rendah kita akan gencarkan sosialisasi berikan informasi pengertian bersama MUI," ujarnya.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, mengatakan pihaknya tengah membahas perpanjangan masa imunisasi yang sedianya hanya sampai akhir September. Pembahasan dilakukan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
"Sedang dipikirkan bersama dengan IDAI. Kemungkinan perpanjangan antara 2 minggu sampai 3 bulan," ujarnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved