Presiden: Vaksin Rubella untuk Kebaikan Generasi Bangsa

Rudy Polycarpus
15/9/2018 19:33
Presiden: Vaksin Rubella untuk Kebaikan Generasi Bangsa
(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

REALISASI program imunisasi campak rubela atau measles-rubella (MR) tahap kedua sangat rendah. Pasalnya, banyak masyarakat menolak program imunisasi MR.

Kondisi tersebut mendapatkan perhatian Presiden Joko Widodo.

Ia meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi campak dan rubella amat diperlukan anak-anak untuk mencegah penularan dua penyakit itu.

"Ini kan untuk kebaikan masyarakat, untuk kebaikan anak-anak kita, untuk kebaikan gerenasi muda ke depan. Ini bukan untuk siapa-siapa," ujarnya seusai melihat latihan atlet Asian Para Games di Hartono Trade Center, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (15/9).

Pada program tahap kedua imunisasi MR, realisasi terendah di Aceh, yakni hanya 4,94%. Provinsi dengan capaian terendah berikutnya adalah Riau (18,92%), Sumatera Barat (21,11%), Nusa Tenggara Barat (20,37%), Bangka Belitung (26,45%), Kalimantan Selatan (28,3%), Sumatera Utara (29,53%), dan Kepulauan Riau (34,5%).

Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Agustus lalu memerintahkan program ini ditunda, untuk memastikan vaksin yang dipakai mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pada 20 Agustus 2018, MUI mengeluarkan fatwa tentang vaksin MR. Intinya, vaksin MR haram karena mengandung unsur yang tidak halal. Namun atas pertimbangan situasi mendesak dan vaksin yang suci belum ditemukan, MUI menyebutkan, vaksin MR boleh digunakan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya