Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN artificial intelligence (kecerdasan buatan) berlangsung dengan cepat. Saat ini kecerdasan buatan tidak hanya digunakan dalam bidang teknologi informasi (TI). Penerapannya kini melebar ke pelbagai bidang, di antaranya medis, ekonomi, militer, dan pendidikan.
Dalam bidang medis, misalnya, baru-baru ini para ilmuwan telah menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi cara kanker berkembang dan berevolusi serta memungkinkan mereka memersonalisasikan perawatan kepada setiap pasien dengan lebih dini.
Kecerdasan buatan tersebut diciptakan tim peneliti dari Institute of Cancer Research (ICR) London dan peneliti dari Universitas Edinburgh, Inggris.
Mereka telah menemukan metode baru yang disebut dengan evolusi berulang pada kanker atau bisa juga dikenal sebagai Revolver (Repeated Evolution of Cancer).
Teknik tersebut bekerja dengan mengambil pola mutasi DNA dalam kanker dan menggunakan informasi yang didapat untuk memperkirakan perubahan genetik dan melacak pertumbuhan sel kanker secara akurat di masa yang akan datang.
Diketahui, selama ini yang menjadi hambatan terbesar para peneliti ialah sifat kanker yang selalu berubah dan sering berevolusi menjadi bentuk yang resisten terhadap obat.
Hal tersebut pun menjadi salah satu tantangan dalam pengobatan penderita kanker. Alasan itu pula yang mendasari para peneliti menciptakan teknik baru itu.
Jika dapat memprediksi cara kanker berevolusi, mereka dapat melakukan pencegahan untuk menghentikan pertumbuhan kanker sebelum ia memiliki kesempatan untuk berevolusi atau mengembangkan resistansi.
Hal tersebut pun dapat meningkatkan kemungkinan pasien untuk dapat bertahan hidup.
Menurut Dr Andrea Sottoriva, pemimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari BBC, dengan alat itu, ia dan rekannya berharap bisa menghapus misteri kanker tersebut.
"Dengan alat ini, kami berharap menghapus salah satu kartu truf kanker--fakta bahwa kanker berkembang secara tak terduga tanpa kita tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," lanjutnya.
Proses penelitian
Dalam riset itu, peneliti menggunakan 768 sampel tumor dari 178 pasien yang dilaporkan dalam studi sebelumnya untuk jenis kanker paru-paru, payudara, ginjal, dan usus. Tiga jenis di antaranya merupakan bentuk yang paling umum menurut World Cancer Research Fund.
Selanjutnya, mereka menganalisis data dalam setiap jenis kanker untuk secara akurat mendeteksi dan membandingkan perubahan pada setiap kanker.
Dengan cara identifikasi pola pengulangan dan menggabungkannya dengan pengetahuan biologi dan evolusi kanker yang telah didapat saat ini, mereka dapat memprediksi perkembangan kanker di masa depan.
Selain itu, tim peneliti pun menemukan hubungan antara urutan tertentu dari mutasi berulang kanker dan kemungkinan kelangsungan hidup pasien.
Hal tersebut menunjukkan pola mutasi DNA yang berulang dapat digunakan sebagai indikator perawatan lanjutan dan membantu membentuk terapi perawatan pasien kanker di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved