Inspirasi Mentor di Young on Top National Conference 2018

(Eno/H-2)
14/9/2018 02:45
Inspirasi Mentor di Young on Top National Conference 2018
(MI/ADAM DWI )

DALAM acara Young on Top National Conference (YOTNC) 2018 peserta yang hadir disuguhkan dengan pernyataan-pernyataan inspiratif dari setiap mentor. Sebut saja Billy Boen CEO Young on Top. Ia bercerita bahwa dirinya berani keluar dari pekerjaan profesionalnya karena ada sebuah ritual yang mendorongnya untuk melakukan aksi berbagi melalui buku yang sempat ia tulis. Dari buku itu, kemudian semua gagasannya ia tuangkan dalam sebuah komunitas anak muda dan sering dikenal Young on Top.

Namun, perjalanannya tidak semua apa yang kita kira, Billy pernah berada di posisi paling rendah dan depresi hingga berniat untuk melakukan aksi terjun bebas dari apartemen di tempat dirinya tinggal. Namun, kesadaran berbagi itulah yang kemudian membuat Billy untuk kembali bangkit dan melanjutkan misi berbagi inspirasi ke seluruh anak muda Indonesia.

Semua karena risiko. Seharusnya, risiko usaha bisa diminimalisasi, di-manage, dan diprediksi sebelumnya melalui perencanaan yang matang. Selain itu, membuka usaha dengan cara patungan (komunitas) juga bisa meminimalisasi risiko utang perusahaan.

Lalu, apa bedanya pengusaha dan karyawan? Ada peserta dalam sesi tanya jawab yang bilang kalau menjadi pengusaha itu lebih enak. Penghasilan lebih besar, enggak terikat dan diatur-atur sama atasan. Namun, ada juga pengusaha yang berpikir kalau jadi karyawan itu lebih enak. Kalau jadi karyawan tidak perlu pusing memikirkan perusahaan, gaji pekerja, dan lain-lain. Lalu, apa bedanya kalau begitu?

Nah, bagaimanapun, keputusan untuk menentukan langkah ada di tangan Anda sendiri. Apakah mau menjadi pegawai atau berwirausaha? Menjadi pegawai demi mendapatkan pengalaman sah-sah saja. Namun, merintis usaha juga bukan hal yang mustahil asal dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Kontribusi pada perekonomian
Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus Founder Kalla Group mendorong masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda untuk berwirausaha dan membuka lapangan kerja. Menurutnya, mindset masyarakat Indonesia masih terbelenggu dengan anggapan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) ialah pilihan karier terbaik. Padahal, menjadi wirausaha juga tak kalah baik karena bisa berkontribusi terhadap perekonomian.

Hal ini juga diamini oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani. Ia mengatakan, menjadi wirausaha ialah salah satu pilihan terbaik apabila ingin mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jika dibandingkan dengan PNS, tentu penghasilan yang diperoleh wirausaha akan lebih besar.

"Kalau berusaha sendiri, akan lebih meningkatkan kapasitas ekonomi nasional. Bisa buka lapangan kerja yang lebih besar. Jadi, bermanfaat bagi orang lain," jelas Haryadi. (Eno/H-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya