Siapkan Generasi Penerus Bangsa

(Bay/H-2)
13/9/2018 09:00
Siapkan Generasi Penerus Bangsa
(Dok MI)

KEMAJUAN suatu bangsa merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara estafet dari generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, setiap generasi harus menyiapkan generasi penerusnya yang lebih unggul. Dalam hal ini, pendidikan menjadi salah satu faktor penentu.

Hal itu dinyatakan mantan Wakil Presiden RI Boediono saat menjadi pembicara utama pada acara Scholar Conference 2018 di Jakarta, kemarin. Pada acara itu Yayasan Pelayanan Kasih (YPK) A&A Rachmat menyerahkan beasiswa bagi 650 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

"Nasib kekaisaran (bangsa) tergantung pada pendidikan kaum muda," ujar Boediono mengutip nasihat filsuf Yunani Aristoteles.

Sayangnya, kata dia, nasihat itu sering dilupakan. Ada generasi bangsa, karena sibuk mengurus diri sendiri, lupa akan tugasnya menyiapkan generasi penerus yang lebih baik. "Apabila sikap ini berkelanjutan, akan fatal. Bangsa itu akan mengalami pelemahan," tegas Boediono.

Hemat dia, kunci kemajuan suatu bangsa terletak pada kemampuannya membangun kesadaran setiap generasi menyiapkan generasi berikutnya. "Bisakah sebuah bangsa memiliki sikap kolektif yang berorientasi ke depan, sikap untuk lebih banyak menanam dari pada memanen?" imbuhnya.

Boediono mengingatkan, menyiapkan generasi penerus merupakan pekerjaan besar yang menuntut kepedulian dan keterlibatan semua elemen bangsa. "Ini merupakan gerakan nasional yang berkesinambungan," pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Pendiri Yayasan Pelayanan Kasih (YPK) A&A Rachmat, TP Rachmat, mengingatkan para mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda Indonesia diharapkan menjadi penjaga keberagaman dan kebinekaan Indonesia yang telah dibangun para pendiri RI.

"Bangsa besar ini sejak didirikan telah beragam. Beragam suku, agama, ras, dan golongan. Pendiri bangsa menegaskan bahwa bangsa ini harus tetap bersatu. Kita berbeda-beda tidak seharusnya terpecah karena kita satu dalam Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Ia menambahkan, sejarah menunjukkan begitu banyak bangsa yang runtuh karena mempermasalahkan perbedaan sehingga terjadi perang saudara, pemusnahan ras, ketidakadilan sosial, dan ketimpangan pendidikan. "Saya berpesan pada generasi muda agar menjunjung tinggi kebinekaan. Jangan mau dipecah belah," tegasnya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya