Puncak Hari Aksara Internasional, Pemerintah Beri Penghargaan 4 Kabupaten

Syarief Oebaidillah
08/9/2018 21:43
Puncak Hari Aksara Internasional, Pemerintah Beri Penghargaan 4 Kabupaten
(FERDINAND)

PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan pada empat kabupaten yang dinilai berhasil dalam penuntasan buta huruf pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-53, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Empat kabupaten yakni Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara; Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; Kabupaten Bogor, Jawa Barat; dan Kota Tegal, Jawa Tengah.

"Kita patut memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah berhasil menurunkan angka buta huruf secara signifikan di daerahnya, " kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, di puncak peringatan HAI di alun alun Kabupaten Deli Serdang, Sabtu ( 8/9).

Turut hadir Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi, Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar, Direktur Keaksaraan Abdul Kahar, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, tokoh adat, kalangan pegiat literasi , bunda PAUD dan lain lain.

Muhadjir mengutarakan dalam 10 tahun terakhir ini, Indonesia patut bersyukur karena berhasil meningkatkan keaksaraan masyarakat secara signifikan. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia telah membuktikan keberhasilannya dengan mencapai prestasi melebihi target Pendidikan Untuk Semua (PUS) yang dideklarasikan di Dakar.

Yakni penduduk Indonesia berhasil diberaksarakan mencapai 97,93 persen, atau tinggal sekitar 2,07 persen atau 3.387.035 jiwa (usia 15-59 tahun) yang masih harus dituntaskan keberaksaraannya.

Namun begitu, Muhadjir mengemukakan, tercatat masih terdapat 11 provinsi yang persentase buta aksaranya masih di atas rata-rata nasional (2,07%).

“Ini menjadi tantangan bahwa masih panjang perjuangan kita bersama mengentaskan buta aksara dan membebaskan bangsa ini dari kebutaaksaraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan terbebasnya bangsa ini dari buta aksara, maka kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat,” tegas Mendikbud seraya mengingatkan sejak 15 abad silam Nabi Muhammad saw telah mencanangkan pesan iqro sebuah perintah dari Tuhan untuk membaca dan memahami literasi.

Dalam pengembangan masyarakat, Muhadjir mengatakan, pemerintah memberikan layanan program pendidikan keaksaraan dasar dan keaksaraan lanjutan di daerah terpadat buta aksara, daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), dan komunitas adat terpencil/khusus. Selain itu juga pemerintah memberikan layanan melalui program “Kampung Literasi” dan “Desa Vokasi”.

“Melalui program ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa inisiator pengembangan budaya baca masyarakat dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan budaya lokal, lebih khusus di daerah-daerah 3T,” cetusnya.

Guna menumbuhkan kesungguhan dan komitmen Pemerintah, pemerintah daerah, dan dukungan seluruh masyarakat, peringatan HAI tahun 2018 mengangkat tema ”Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya”. “Tema ini menginspiraso tentang kesungguhan dan komitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan layanan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, bukan sekedar penuntasan buta aksara semata tetapi juga untuk menumbuhkembangkan keaksaraan dalam arti yang lebih luas.

Haris Iskandar menambahka keberaksaraan atau literasi yang dirumuskan oleh World Economic Forum pada 2016 merupakan kecakapan orang dewasa abad 21. Terdapat enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh setiap orang dewasa, yakni baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta 6 budaya dan kewargaan. Dikatakan Deli Serdang terpilih menjadi tuan rumah HAI 2018 karena komitmennya memajukan keaksaraan.Dari 2 juta penduduknya berhasil dientaskan buta huruf 0,18 persen atau sekitar 900 orang.

Gubernur Sumut yang baru dilantik Edi Rahmayadi pada sambutannya menyatakan pihaknya bertekad menuntaskan buta aksara pada masa kepemimpinannya setahun ke depan.Menurutnya msh ada 134 ribu penduduk Sumut yang masih buta aksara. " insya Allah secara bertahap tahun depan 50 persen dapat kita kurangi buta aksara di wilayah kami" kata Edy.

Pada puncak peringatan HAI ke-53, Mendikbud tidak hanya memberikan penghargaan kepada daerah yang telah berhasil dalam penuntasan buta huruf, tetapi juga memberikan penghargaan kepada 10 pegiat aksara, 22 tokoh adat pendukung pendidikan keaksaraan dasar pada Komunitas Adat Terpencil/Khusus (KAT), 6 pegiat perempuan bidang pendidikan kesetaraan, 3 peserta didik Pendidikan Keaksaraan Dasar, 3 peserta didik Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri.

Selanjutnya penghargaan juga diberikan kepada lembaga pendidikan non formal dan informal, yakni 3 lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 3 lembaga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan 10 Taman Baca Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya