Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI anak petani yang miskin bukanlah alasan bagi Suchrodi untuk meraih kesuksesan. Saat kecil, dirinya membantu orangtuanya bercocok tanam dan mencari kayu bakar, bahkan dirinya pernah berjualan petasan, baju bekas, mencari rumput, hingga menjadi calo foto.
Pria asal Magelang ini sempat berkuliah hingga tingkat 2 di Universitas Muhammadiyah, tetapi tidak diselesaikan. Anak kedua dari 10 bersaudara itu mengaku memiliki kesenangan berbisnis. Dirinya pernah menjadi seorang guru di Lampung serta menjadi pegawai di Kementerian Agama. Namun, semuanya ditinggal untuk membangun bisnis.
Bisnisnya mulai dirintis pada 1974 dengan membuka usaha galian pasir laut di Cilincing, Jakarta Utara. Usahanya tersebut semakin berkembang hingga mulai mendapatkan proyek pembuatan jalan dan perumahan. Pada 1983 dirinya mulai membuat usaha kontraktor serta penjualan dan penyewaan alat berat. Setahun kemudian, dirinya mendirikan perusahaan PT Wirana Jayatama Abadi.
"Dulu saya juga pernah menjadi kuli selama 6 bulan karena diiming-imingi nanti akan menjadi mandor lalu menjadi kontraktor," jelas Suchrodi.
Ketekunannya membangun usaha itu membuat dirinya menjadi sosok yang kurang pergaulan. Meskipun dapat dikatakan sukses pada usia 25 tahun, Suchrodi kurang sukses dalam hal percintaan. Dirinya mulai memasang iklan pencarian jodoh di koran untuk menemukan pasangan hidupnya.
"Saya mulai punya truk tahun 1975-1976 dan tahun 1982 sudah punya 32 truk. Saya menikah usia 27 tahun dengan cari jodoh pasang iklan di koran. Waktu itu saya terlalu rajin bekerja sehingga pergaulan tidak ada dan saya khawatir kalau saya bilang orangtua saya, maka akan dijodohkan dengan orang kampung, makanya saya pasang iklan di koran," kenang Suchrodi.
Saat ini, Suchrodi mulai mengembangkan bisnisnya ke dunia pariwisata. Ia mempunyai tempat wisata air panas D'Qiano di Dieng serta sedang dalam proses membangun usaha wisata alam di lahan seluas 247 hektare di Batam.
Ia mengaku tertarik terjun ke industri pariwisata karena termasuk usaha yang tidak begitu melelahkan dan bisa untuk hiburan serta sekarang tren pariwisata pun sedang bagus. Baginya salah satu kuncinya dalam meraih kesuksesan selama ini ialah sportif dan jujur.
"Kalau bekerja harus jujur dan sportif. Kalau jujur akan mujur dan dipercaya," pungkasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved