Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MELALUI program sustainable tourism observatory (STO), Kementerian Pariwisata mengembangkan destinasi pariwisata berkelanjutan dengan berkolaborasi kalangan perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan pendampingan.
Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Valerina Daniel, mengemukakan, untuk saat ini ada lima perguruan tinggi yang bekerja sama pada program STO Kemenpar tersebut.
"Dengan STO ini, Kemenpar berkolaborasi di lima PT guna memberi pendampingan pada destinasi daerah yang akan dikembangkan. Nantinya, kami berencana lebih lanjut ke sejumlah PT lainnya," kata Valerina pada acara National Conference of Creative Industry (NCCI) bertema pariwisata sebagai pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kampus Universitas Bunda Mulia, Jakarta, Rabu (5/9).
Acara yang dipandu Wakil Rektor UBM Tony Hendratno itu menghadirkan Sugeng Wahyudi, Ketua Panitia NCCI UBM, dan Staf Ahli Kemenpar Don Kardono.
Valerina menjelaskan, pariwisata berkelanjutan merupakan destinasi wisata yang terus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi warga setempat yang sejalan dalam menjaga lingkungan dan konservasi alam.
"Wisatawan zaman now kita minta bukan sekadar berkunjung ke destinasi wisata, tetapi juga terlibat menjaga lingkungan dan budaya lokal setempat," kata mantan presenter Metro TV itu.
Valerina mengutarakan, lima kampus yang terlibat STO Kemenpar antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) mendampingi destinasi wisata Sleman, Universitas Udayana (Unud) mendampingi Sanur, Universitas Sumatra Utara (USU) mendampingi Panguruan Samosir, Institut Teknologi Bandung (ITB) mendampingi Pangandaran, dan Universitas Mataram (Unram) mendampingi Sesaot.
Dia mencontohkan, terdapat dua desa wisata STO di Sleman, Yogyakarta, yakni Desa Wisata Pulesari dan Desa Ekowisata Pancoh. Keduanya berkolaborasi dengan UGM. Menurutnya, terdapat kemajuan program STO yakni di 2016 Desa Wisata Pulesari dapat menarik 52 ribu wisatawan dengan menghasilkan pendapatan Rp2 miliar. Adapun Desa Ekowisata Pancoh dikunjungi 2.784 wisatawan menghasilkan pendapatan Rp1 miliar.
Melalui destinasi wisata berbasiskan pariwisata berkelanjutan, pendampingan dan pelatihan diberikan UGM di kedua desa itu dengan memberdayakan penduduk lokal setempat.
Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik UBM, Tony Hendratno, menyatakan, kampusnya mendukung program Kemenpar memajukan pariwisata Indonesia. Untuk sementara, kerja sama yang akan dijalin dengan Kemenpar yakni pemberian sertifikasi lulusan mahasiswa bidang pariwisata dari UBM serta menyusun kurikulum pariwisata bersama Kemenpar.
"UBM mendukung program pariwisata Kemenpar dan berkontribusi menyiapkan sumber daya manusia atau SDM unggul dibidang pariwisata guna menjadi entrepreneur dibidang pariwisasta," kata Tony.
Ia mencontohkan para alumni pariwisata UBM banyak yang telah menjadi entrepreneur pariwisata dengan membuka usaha di bidang kuliner dan perhotelan. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved