Masyarakat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem di Masa Transisi Musim

Antara
04/9/2018 18:55
Masyarakat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem di Masa Transisi Musim
(Ist)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem pada masa transisi atau  peralihan musim kemarau memasuki musim hujan.

"Di masa transisi perlu kita waspadai angin kencang, hujan deras tiba-tiba dan puting beliung yang diperkirakan terjadi pada akhir September hingga Oktober 2018," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Selasa (4/9).

Dwikorita menambahkan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada 2019.

"Salah satu karakter hujan di masa pancaroba adalah sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Hujan di masa pancaroba berdurasi singkat dan biasanya turun pada siang hari dan menjelang malam hari. Awal musim hujan akan terjadi pada Oktober sampai Desember 2018, sementara puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2019. Namun pada setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda-berbeda dalam memasuki musim hujan," papar Dwikorita.

Berdasarkan pengamatan BMKG, terdapat aktivitas MJO (Madden Jullian Oscillation) atau massa udara basah dan fenomena gelombang atmosfer (Rossby and Kelvin Wave) yang cukup signifikan terjadi di wilayah Indonesia. Akibatnya, terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.

"Saya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terutama antara siang dan menjelang malam hari selama periode 3 hari ke depan. Awal musim hujan di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan NTB terjadi pada Oktober 2018. Sementara awal musim hujan di wilayah NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua mulai pada November 2018," ujarnya.

Deputi Bidang Meteorologi Mulyono Rahadi Prabowo menambahkan, saat ini memang masih kemarau, tetapi juga perlu diwaspadai masih ada potensi hujan. Dia menjelaskan, sebelum masuk musim hujan kondisi transisi pada September dan awal Oktober 2018.

"Memang secara umum masih kering, tetapi uap air masih banyak sehingga beberapa tempat masih pada kondisi kemarau," katanya.

Sementara hujan yang muncul durasinya pendek, tetapi intensitas bisa tinggi (deras). Sebelum hujan, pertumbuhan awan cukup kuat dan sebelum hujan diawali hembusan angin yang kuat.

Secara umum, lanjut dia, udara masih panas dan kering, tetapi beberapa tempat sudah mulai hujan, di mana uap air mulai berkumpul saat sore dan pertumbuhan awan kuat BMKG memprakirakan awal musim hujan akan terjadi mulai Oktober 2018 dan tidak serentak di seluruh daerah karena ada juga mulai pada November dan Desember 2018 dengan intensitas hujan normal.

Sementara puncak musim hujan diprakirakan akan berlangsung pada Januari dan Februari 2019. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya