Mendikbud Apresiasi Rumah Budaya Indonesia di Frankfurt

Syarief Oebaidillah
03/9/2018 18:25
Mendikbud Apresiasi Rumah Budaya Indonesia di Frankfurt
(Ist)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada Dr Werner F Weiglein yang menginisiasi Rumah Budaya Indonesia di Gelnhausen, Frankfurt, Jerman. Bersama istrinya, Claudia Wiglein, pengusaha asal Jerman itu membangun sebuah komplek seluas 1 hektare bernuansa budaya Indonesia.

“Saya mengapresiasi keluarga Werner yang telah menginisiasi berdirinya Rumah Budaya Indonesia. Museum ini bagus dan terlihat serius penataannya, diteliti secara mendalam dan dikoleksi selama puluhan tahun,” kata Muhadjir didampingi Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi saat mengunjungi Museum Papua di salah satu sudut komplek Rumah Budaya milik keluarga Werner, Minggu (2/9)

Menurut Didik saat dihubungi dari Jakarta, Senin (3/9), dalam kesempatan itu, Mendikbud menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga Werner yamg sudah lama bekerja sama dengan Kemendikbud.

“Kami juga berterima kasih kepada keluarga Werner yang telah terbuka menjalin kerja sama dengan kami di Kemendikbud sampai dengan saat ini,” kata Muhadjir lagi.

Dijelaskan, di tengah kunjungan melihat koleksi-koleksi museum, Dr Werner menerangkan, museumnya memiliki kurang lebih 800 koleksi artefak budaya dari seluruh Indonesia. Jika kesan dominasi budaya Papua sangat kental, itu karena antropolog ini sangat mencintai kajian dan ekspedisi di seluruh wilayah Bumi Cendrawasih.

"Koleksi kami ada yang berbentuk totem, patung kayu, aksesoris, tombak, perisai, dan peralatan lainnya yang banyak digunakan suku-suku di Papua,” kata Werner.

Sebagai bentuk kecintaan pada Papua, Werner juga merekrut warga dari Papua yang sedang belajar di Jerman untuk membantu mengelola museumnya. Pihaknya mengajak warga Papua yang sedang belajar di Jerman untuk membantu mengelola museum.

Tak hanya budaya Papua, Werner juga mengoleksi artefak-artefak khas Jawa, Toraja, dan Bali. Daya tarik Indonesia yang eksotik menjadikannya yakin akan menarik pengunjung. Itulah sebabnya hotel dan kafe yang diberi nama Kafehaus Indonesia itu ramai dikunjungi tamu.

“Warga Jerman dan tamu-tamu negara lain banyak yang berkunjung ke sini,” tambahnya.

Dalam kesempatan sama, Mendikbud berharap Rumah Budaya Indonesia dapat menjadi pintu dan jalan bagi warga Jerman untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Hal itu disampaikan ketika bertemu dengan Wali Kota Gelnhausen, Daniel CHR Oemgloeckner. Dalam buku emas yang disodorkan wali kota kepadanya, Mendikbud menuliskan kalimat harapan agar museum Papua dapat menjadi tempat interaksi warga kota dan Eropa umumnya dengan Indonesia.

Mendikbud mengundang Wali Kota Gelnhausen untuk segera melihat langsung Indonesia. Hal itu disambut Daniel antusias yang mengaku belum pernah ke Indonesia. Dia tidak menyangka Indonesia merupakan daerah kepulauan yang sangat luas.

Sementara itu, agenda hari kedua di Frankfurt diisi dengan kunjungan ke sekolah vokasional di Gross Gerau. Di sana rombongan mendikbud bertemu dengan Dr Wolfgang Siegel dan jajarannya. Agenda di Frankfurt berakhir sore hari dan dilanjutkan penerbangan ke Kopenhagen, Denmark.

Turut mendampingi Mendikbud selama kunjungan, Duta Besar Indonesia di Berlin, Arif Havas Oegroseno, dan Konsul Jenderal Indonesia di Frankfurt, Toferry Primanda Soetikno. Sedangkan rombongan dari Jakarta antara lain Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Staf Ahli James Modouw, Staf Khusus Nasrullah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud Suharti. (OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya