Kalangan Mahasiswa Mesti Teladani Tokoh Bangsa

Syarief Oebaidillah
03/9/2018 21:10
Kalangan Mahasiswa Mesti Teladani Tokoh Bangsa
(Ist)

KALANGAN generasi muda khususnya para mahasiswa mesti mengenali serta meneladani tokoh pejuang bangsa negeri ini. Pasalnya, para pendiri bangsa NKRI berjuang tanpa pamrih bahkan rela menderita demi kemerdekaan negeri tercinta Indonesia.

“Para pendiri NKRI adalah para intelek generasi muda bangsa Indonesia yang punya nurani. Mereka berjuang untuk meraih kemerdekaan dengan risiko menderita masuk penjara tanpa memperoleh keuntungan apa-apa,” kata sejarawan Universitas Indonesia, Prof Dr Anhar Gonggong, pada acara pembukaan dan pembekalan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Acara itu dihadiri Rektor Universitas Moestopo (Beragama) Prof Dr Rudy Harjanto, dan Hartono Laras, Sekjen Kementerian Sosial, yang merupakan anggota Senat Universitas Moestopo (Beragama)

Anhar mengemukakan, para mahasiswa mesti mempelajari dan mencontoh semangat perjuangan para generasi muda tokoh bangsa pendiri Budi Utomo 1908 yang digagas oleh dr Wahidin Sudirohusodo, dr Soetomo, dan para mahasiswa Stovia, yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji yang waktu itu berusia antara 19-23 tahun.

Anhar mengutarakan, perjuangan sosok Mayjen TNI Prof Dr Moestopo, setelah perjuangan fisik mengusir penjajah, merancang perjuangan masa depan bangsa dengan mendirikan lembaga ilmu pendidikan Moestopo.

"Prof Dr Moestopo tidak menikmati pangkat militernya yang tinggi sebagai jenderal dan kedudukan sebagai teknokrat yang pada awal kemerdekaan masih sangat langka. Justru hidupnya diabdikan untuk masa depan bangsa Indonesia. Kita sudah seharusnya mengenang tindakan luhur Moestopo untuk kita teladani,” cetus Anhar.

Sekjen Kemensos, yang juga anggota Senat Universitas Moestopo, Hartono Laras, dalam kesempatan sama memberikan ceramah kepada mahasiswa baru dengan menekankan, perlunya meneruskan keteladanan semangat nasionalisme dan menegakkan NKRI.

Menurut dia, sosok Prof Dr Moestopo patut diteladani dalam perjuangan bangsa dan perjuangan bidang pendidikan. Dia juga mengajak para mahasiswa peduli pada sesama warga bangsa yang masih banyak hidup dalam kekurangan dan keterbatasan.

"Mahasiswa wajib mengasah kepedulian terhadap sesama warga negara yang di antaranya berada dalam keterbelakangan dan penderitaan ditimpa musibah,” ujarnya.

Sementara Rektor Universitas Moestopo, Rudy Harjanto, menambahkan, dalam menyongsong bonus demografi pada 2045 atau yang popular disebut generasi emas 2045, kalangan kampus, khususnya Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), mesti menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Rudy mengajak segenap sivitas akademika dan orangtua mahasiswa untuk bersama-sama menyiapkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan unggul menyambut generasi emas 2045.

Menurut dia, pengejawantahan semangat meneladani tokoh bangsa termasuk meneladani tokoh Prof Dr Moestopo mesti diimplementasikan dalam era kekinian yang penuh tantangan di abad teknologi yang semakin maju di era revolusi industri 4.0. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya