MENTERI Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan sidang isbat yang akan digelar pada Selasa (16/6) ikut menghadirkan pakar astronomi dan ormas-ormas Islam.
''Kami akan mengundang pimpinan ormas Islam dan pakar astronomi untuk melihat hitungan hisab. Kemungkinan hasil isbat dua saja bila ada yang melihat hilal, otomatis esoknya kami berpuasa satu Ramadan namun jika tidak ada yang melihat hilal, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari dan kita berpuasa Ramadan lusanya,'' cetus Lukman pada konferensi pers usai Deklarasi Bersama Integritas Kemenag di Jakarta, Senin (15/6).
Menurut Lukman, pihaknya menghadirkan 30 ahli astronomi yang telah disumpah dalam sidang itsbat tersebut. Dalam kesempatan itu, Lukman menyerukan masyarakat Indonesia untuk saling menghormati dalam menyambut kehadiran bulan Ramadan, baik mereka yang sedang berpuasa maupun yang tidak berpuasa.
Termasuk sebagian umat Islam yang tidak berpuasa karena suatu sebab, karena dalam perjalanan atau musafir, atau sakit, atau perempuan yang sedang menyusui.
''Mereka adalah umat Islam yang memperoleh keringanan untuk tidak berpuasa. Karenanya, selain menghormati yang berpuasa, hendaknya juga menghormati hak-hak mereka yang tidak berpuasa. Dua-duanya kita harus menghormati,'' tukas Lukman. (H-2)