Presdir Bagi Resep Kesuksesan Toyota di Kampus

Sidik P
15/6/2015 00:00
Presdir Bagi Resep Kesuksesan Toyota di Kampus
(DOK.UBL)
PRESIDEN Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami membuka rahasia yang membuat industri mobil Toyota berhasil eksis di 160 negara di seluruh dunia.
''Kami punya The Toyota Way yang merupakan nilai-nilai manajemen dan metode bisnis,'' kata Masahiro dalam seminar Globalization and Toyota’s Management Mind di hadapan 250 mahasiswa S1 dan S2 Universitas Budi Luhur (UBL), di kampus UBL, Jakarta, Sabtu (13/6).
Turut hadir, Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, MBA, Ketua Panitia Japanese Seminar Series Liza Dwi Ratna Dewi, dan Kepala Humas UBL Linda Islami.
Ia menjelaskan The Toyota Way antara lain berisi 2 budaya kerja Jepang yaitu Kaizen, artinya perbaikan terus menerus, serta Genchi Genbutsu, yaitu mendatangi sumber masalah untuk menemukan fakta yang digunakan untuk membuat keputusan, membangun konsensus, dan juga mencapai tujuan dengan kecepatan terbaik.
''Kami contohkan sebuah mobil memiliki 20 ribu-30 ribu bagian. Bagian-bagian ini diproduksi oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia yang diatur dalam suatu rantai suplai. Bila 1 saja bagian tidak terproduksi dengan kualitas yang memenuhi kualifikasi Toyota, semua produksi mobil itu harus dihentikan, untuk terus diperbaiki,'' kata Nonami
Hal ini misalnya pernah dilakukan dirinya dengan menghentikan produksi Fortuner di Indonesia saat Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami 2011. Bencana itu menyebabkan satu spare part dari Fortuner, yaitu pegangan tangan penumpang di mobil yang diproduksi di daerah bencana terhenti. ''Ini harus dilakukan lantaran Toyota tidak mau menjual mobil tanpa pegangan tangan,'' jelas dia.
Nonami juga mengaku pernah menghentikan produksi ketika bertugas di Amerika Serikat, karena masih ada spare parts rem yang tidak memenuhi kualifikasi Toyota. ''Spare parts itu harus diperbaiki dahulu sebelum produksi mobil dilanjutkan. Ketika keputusan itu diambil, kami harus menghadapi perlawanan dari asosiasi pekerja. Karena harus menerapkan Genchi Genbutsu, saya harus turun ke lapangan untuk menyelesaikan demo pekerja itu,'' ujar Nonami.
Dia berpesan kepada generasi muda Indonesia terutama mahasiswa untuk mempunyai mimpi dan harapan untuk berhasil. ''Kemudian lakukan usaha nyata, bekerjalah dalam tim. Sebab, tidak akan ada 1 orang pun mampu menembus globalisasi bila bekerja secara individu,'' tukas Nonami.
Kasih Hanggoro senada bahwa mahasiswa selain harus dibekali mengenai keberadaan dan cara kerja perusahaan global seperti perusahaan Jepang, mereka juga harus bekerja dalam tim, tidak egois, dan tetap menjunjung tinggi keluhuran budi.
Toyota, lanjut dia, merupakan contohnya karena selain eksis pada 160 negara, juga industri otomotif dengan penjualan tertinggi di Amerika Serikat, kedua di Jepang, ketiga di China, serta keempat di Indonesia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya