Mahasiswa Jangan Malu Belajar Diplomasi Budaya Jepang

Sidik P
15/6/2015 00:00
Mahasiswa Jangan Malu Belajar Diplomasi Budaya Jepang
(DOK.UBL)
MAHASISWA Indonesia diminta tidak perlu malu belajar diplomasi negara lain agar bangsa Indonesia bisa dikenal oleh bangsa lain. Itu misalnya bisa dilakukan dengan belajar diplomasi budaya yang diterapkan Jepang di Indonesia selama bertahun-tahun.
''Ingat, diplomasi budaya merupakan alat sangat ampuh untuk mempererat hubungan antarnegara dan juga menaklukkan sebuah negara,'' kata Rektor Universitas Budi Luhur (UBL) Prof Ir Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D, ketika pidato pembukaan seminar Diplomasi Budaya Jepang Di Era Global sebagai rangkaian Japanese Seminar Series, di kampus UBL, pada Kamis (11/6).
Melalui keterangan pers yang diterima Minggu (14/6), Suryo menjelaskan betapa hebatnya Jepang sekarang ini. Dengan strategi serta cara Jepang dalam melakukan diplomasi budayanya di Indonesia, negara Jepang sudah dikenal oleh generasi muda Indonesia, khususnya pelajar dan mahasiswa.
''Maka itu, jangan malu kita untuk mempelajari dan menggali sebanyak-banyaknya tentang keberhasilan strategi Jepang tersebut,'' ujar Suryo di hadapan sekitar 250 mahasiswa yang hadir.
Pembicara lain dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia yakni Direktur Penerangan dan Budaya Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Kenichi Takeyama menyatakan diplomasi  budaya  Jepang di Indonesia memberikan hasil sangat baik. Itu ditandai dengan makin banyaknya orang Indonesia mencintai budaya Jepang. Di tingkat siswa SMA dan mahasiswa misalnya, Indonesia tercatat sebagai negara asing dengan angka tertinggi dalam minat belajar bahasa Jepang. 
Upaya nyata yang dilakukan pemerintah Jepang dalam meningkatkan minat pada budaya dan bahasa Jepang pada tingkat anak muda itu antara lain dengan menugaskan Japan Foundation untuk mendatangkan sebanyak 2.000 guru bahasa Jepang ke SMA-SMA, serta mengadakan lomba pidato bahasa Jepang untuk siswa SMA dan mahasiswa.
''Selanjutnya, mendatangkan kelompok musik JKT 48, mengirim mahasiswa Indonesia ke Jepang, serta program terkait J-POP Culture lainnya,'' kata Kenichi.
Ia menambahkan untuk memperkenalkan budaya tradisional Jepang kepada masyarakat Indonesia, masyarakat Indonesia antara lain dapat melihat Little Tokyo Ennichisai Blok M yaitu acara tahunan guna memperkenalkan kuliner dan kebudayaan jepang dan Jakarta Jepang Matsuri di Senayan.
''Untuk memberi kemudahan orang Indonesia ke Jepang, Kedutaan Jepang juga memberikan bebas visa bagi orang Indonesia yang sudah memiliki e passport,'' jelas dia.
Selanjutnya dari sisi pendidikan, kata Kenichi, pemerintah Jepang juga memberi berbagai beasiswa kepada masyarakat Indonesia, terutama untuk pendidikan pascasarjana.
''Termasuk Japanese Seminar Series ini kami dukung karena kami harap mahasiswa Budi Luhur dapat belajar banyak dari perusahaan-perusahaan besar Jepang dalam mengelola bisnis,'' tukas Kenichi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya