PERHELATAN Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan Debat Bahasa Inggris National Schools Debating Championship (NSDC) yang berlangsung 7-13 Juni 2015 di Ambon, Maluku, menobatkan tim Jawa Timur dan DI Yogyakarta sebagai juara umum.
DIY menjuarai NSDC 2015 setelah menaklukkan Sulawesi Tengah di babak final dengan angka 6-5, dan menempatkan Sulawesi Tengah sebagai Runner-Up. Sedangkan peringkat ketiga dan keempat diraih Banten dan DKI Jakarta.
Dengan keunggulan 5-2 di babak final, Jawa Timur berhasil keluar sebagai juara Lomba LDBI 2015 dan Riau keluar sebagai juara kedua. Sedangkan Bali dan Banten berada diperingkat ketiga.
Pada acara penutupan yang berlangsung di Ambon, Minggu (14/6), juga diberikan penghargaan kepada 10 pembicara terbaik dan 3 juri dengan akreditasi terbaik dari ajang LDBI dan 8 pembicara terbaik dari ajang NSDC.
Kepala Dinas Pendidikan Maluku Mohammad Saleh Thio, melalui rilisnya kepada pers, Minggu (14/6), mengatakan pihaknya memberi apresiasi atas kerja keras peserta LDBI dan NSDC.
Dikatakan, meski kompetisi berlangsung dalam kondisi cuaca yang buruk namun peserta selalu tampil bersemangat.
"Semoga kompetisi ini menjadi kenangan seumur hidup untuk para peserta yang ikut. Dari lomba ini telah tercipta kompetisi dan persaudaraan," kata Thio.
Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud, selaku panitia penyelenggara, Suharlan, dalam laporannya memuji kesigapan Maluku dalam melaksanakan event tahunan LDBI dan NSDC. "Secara umum semua berlangsung secara lancar. Kami berharap LDBI dan NSDC dijadikan sebagai wahana para siswa untuk berpikir sistematis, kritis, kreatif, dan bersikap sportif," kata Suharlan.
Dikatakan, kegiatan lomba debat yang diadakan dalam waktu dan kesempatan yang sama akan kembali dilakukan pada tahun-tahun mendatang. Seluruh peserta yang terdiri dari 190 siswa, 62 guru, dari 32 provinsi, telah memperlihatkan kemampuan terbaik mereka yang membanggakan.
"Pemda Maluku, sekolah dan seluruh masyarakat di Ambon telah melakukan sambutan yang meriah. Walaupun suasana musim hujan tetapi dengan persaudaraan dan persaingan semuanya menjadi hangat, syahdu dan penuh berkah. Mari kita beri aplaus dan tepuk tangan kepada segenap peserta dan segenap masyarakat Maluku," ujarnya.
Pada acara serah terima cinderamata, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Achmad Jazidie, didampingi Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Haris Iskandar menerima cinderamata khas Provinsi Maluku, berupa cincin batu Doko. Dalam penutupan itu, ia menabuh Tifa, alat musik khas Maluku.
Dalam sambutannya, Jazidie menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Provinsi Maluku khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Maluku yang telah menyelanggarakan kegiatan dengan baik dan sukses. Ia juga mengapresiasi dewan juri dan guru pendamping.
“Untuk seluruh peserta sekalian, perlombaan ini hanyalah cara di mana kami para orang tua dan guru ingin memberikan pengalaman terbaik kepada kalian. Dan ketika kami memberikan penghargaan di antara kalian yang terbaik hanyalah kelaziman dari sebuah lomba dan itu adalah hak kalian. Akan tetapi yang lebih penting sesungguhnya adalah pengalaman belajar itu sendiri dan kesempatan untuk mengikuti lomba serta membina persahabatan dari seluruh Indonesia," pungkasnya. (Q-1)